Berita Jambi

Jambi Enviro Generation Gencarkan Edukasi Lingkungan Hidup di Jambi

Yayasan Jambi Enviro Generation terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di Kota Jambi. 

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rohmayana
Tribunjambi.com/ Rara Khushshoh Azzahro
Jambi Enviro Generation Gencarkan Edukasi Lingkungan Hidup di Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Yayasan Jambi Enviro Generation terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di Kota Jambi. 

Sejak berdiri pada 2018, yayasan ini memfokuskan kegiatannya pada edukasi lingkungan, dengan mengutamakan program-program pengelolaan sampah dan kampanye lingkungan.

Berawal sebagai komunitas kecil bernama Jambi Greeneration, yayasan ini kini berkembang menjadi salah satu organisasi yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat.

Menurut Suci Wulandari, Founder Jambi Enviro Generation, yayasan ini tidak hanya terlibat dalam kampanye lingkungan melalui media sosial, tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan. 

“Awalnya, kita hanya mengedukasi lewat media sosial. Namun, setelah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, kita mulai aktif mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi langsung soal lingkungan,” jelasnya.

Salah satu program edukasi yang gencar dilakukan adalah pengenalan ecobrick, yaitu cara mengolah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi menjadi bahan bangunan alternatif.

Dalam perjalanan panjangnya, Jambi Enviro Generation juga berperan penting dalam sejumlah proyek pemerintah, seperti pendampingan TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di Kota Jambi.

“Kami dipercaya untuk mendampingi dua TPS 3R di Jambi, yaitu TPS 3R Sumber Berkah dan TPS 3R Gading. Tugas kami adalah memastikan sampah terpilah dengan baik dan mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari rumah,” tambah Suci.

Baca juga: Wakili Jambi di Putri Remaja Indonesia 2024: Arin Kunjungi Bank Sampah untuk Pelestarian Lingkungan

Suci Wulandari mengungkapkan bahwa transformasi dari komunitas menjadi yayasan memberikan kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam isu lingkungan di Jambi.

Meski pada awalnya hanya fokus pada permasalahan sampah, kini Jambi Enviro Generation juga mulai mengeksplorasi solusi pengelolaan organik seperti maggot atau Black Soldier Fly (BSF). 

"Pengolahan organik dengan maggot ini memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada kompos biasa, dan kami melihat potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut," paparnya.

Tidak hanya berfokus pada program-program besar, Jambi Enviro Generation juga aktif dalam peringatan hari-hari lingkungan seperti Hari Sampah Nasional, Hari Bumi, dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Setiap tahunnya, yayasan ini turut menggelar kegiatan selebrasi lingkungan, yang tidak hanya menjadi ajang kampanye, tetapi juga edukasi kepada masyarakat luas.

Salah satu program ikonik adalah kampanye Ecobrick yang mengenalkan pembuatan bata plastik dari sampah tidak bernilai ekonomis.

Namun, di balik kegigihan dalam menjalankan berbagai program, yayasan ini juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal pendanaan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved