3 Fakta Dugaan Kekerasan Ibu Terhadap Anak di Padang, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Kekerasan
Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan seorang ibu terhadap anak kandungnya di Kota Padang, Sumatera Barat.
TRIBUNJAMBI.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan seorang ibu terhadap anak kandungnya.
Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang diduga menendang kepala anaknya saat melakukan video call dengan suaminya yang berada di Malaysia, memicu perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwenang.
Baca juga: Populer Jambi - Pemekaran RT, Profil Anggota DPR RI Dapil Jambi Edi Purwanto Download APKYS XYZ FF
Melansir Tribun Padang, berikut fakta-fakta yang terungkap.
1. Kronologi Kejadian
Lurah Pasar Ambacang, Yudi Asril, menyampaikan bahwa kejadian ini diduga terjadi pada 14 September 2024.
Menurut Yudi, perempuan tersebut tinggal di rumah kontrakan bersama tiga anaknya, sementara dua anak lainnya berada di panti asuhan.
Ekonomi keluarga ini cukup memprihatinkan, dengan ibu tersebut mengandalkan pekerjaan sebagai penjual produk secara online.
Menurut laporan yang diterima, ibu tersebut diduga marah pada anaknya karena masalah ekonomi yang berkaitan dengan suaminya, yang saat ini berada di Malaysia.
Dalam video yang viral, sang suami disebut merekam kejadian tersebut saat mereka melakukan video call.
Suaminya tidak tinggal bersama karena bekerja di luar negeri, dan hubungan mereka masih berlanjut meskipun secara status mereka telah bercerai.
Baca juga: Lipsus Tribunnews - Jaminan Uang s/d Pekerjaan di Balik Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia Seri II
2. Adanya Bekas Luka dan Memar
Menanggapi video yang viral, pihak Kelurahan bersama Ketua RT dan RW langsung mendatangi lokasi.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan bekas luka atau memar pada anak-anak tersebut.
Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang juga telah mengunjungi rumah kontrakan itu dan memberikan pendampingan kepada keluarga.
Yudi Asril menambahkan bahwa kendala utama dalam kasus ini adalah ekonomi.
Bantuan berupa beras miskin telah diberikan kepada keluarga ini sebagai upaya untuk meringankan beban mereka.
Selain itu, DP3AP2KB memberikan edukasi kepada ibu tersebut agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan anak-anak dalam kondisi fisik yang baik meskipun ada kekhawatiran mengenai dampak psikologis.
Baca juga: Luncurkan Cek Fakta Pilkada Tangkal Hoaks, AJI Jambi Serukan Kandidat Hormati Independensi Pers
3. DP3AP2KB Lakukan Pendampingan Psikologis
Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Eri Sanjaya, mengecam keras aksi dugaan kekerasan terhadap anak ini dan menghimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian serupa jika melihat atau mengetahui kasus kekerasan terhadap anak.
Pendampingan psikologis terhadap anak juga diberikan, mengingat kekhawatiran adanya dampak psikologis jangka panjang bagi mereka.
Pihak kepolisian dari Polresta Padang juga telah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan kekerasan ini.
Artikel ini telah tayang di Tribun Padang
Update berita Tribun Jambi di Google News
Nagita Slavina Dikabarkan Adopsi Anak Kembar Mpok Alpa, Raffi Ahmad Singgung Soal Rayyanza |
![]() |
---|
Tangis Nikita Mirzan Pecah saat Dengar Jawaban dari Ahli UU ITE, Ternyata Gegara Hal ini |
![]() |
---|
Akhirnya Lita Gading Datangi Polda Butut Laporan Ahmad Dhani, Sentil Pentingnya Kesehatan Mental |
![]() |
---|
Wujud Belasungkawa, Polda Jambi Gelar Salat Gaib untuk Driver Ojol |
![]() |
---|
Dosen UBR dan UNJA Lakukan Penelitian di Suku Anak Dalam Desa Nyogan, Muaro Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.