Kasus Tahanan Tewas di Sel
Ortu Ungkap Kronologi Awal, Tak Percaya Anaknya Akhiri Hidup di Polsek Kumpeh Ilir
Ibnu Kasir, Ayah Ragil, pemuda yang tewas di Mapolsek Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi tidak percaya sang anak mengakhiri hidup karena masalah.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Darwin Sijabat
JAMBI, TRIBUN - Ibnu Kasir, Ayah Ragil, pemuda yang tewas di Mapolsek Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi tidak percaya sang anak mengakhiri hidup karena suatu permasalahan.
Dia menduga sang anak dianiaya oknum anggota kepolisian setempat. Dalam kurun waktu satu jam, Ragil meninggal dunia di Polsek Kumpeh Ilir.
"Setahu kami pak, kalau anak itu ditangkap diproses dulu ditanya. Anak kami ini kuat dan sehat. Jadi kalau mengakhiri hidup bunuh diri saya tidak percaya," ungkap Ibnu saat ditemui, Selasa (24/9).
Ibnu menjelaskan, kronologi awal dia mengetahui sang anak ditangkap polisi hingga meninggal dunia, pada Rabu (4/9) malam.
"Jadi malam kamis itu saya dapat kabar 9:30 WIB dari orang rumah bahwa anak kami ditangkap, saya keluar rumah untuk cari info sebenarnya. Kurang lebih 20 menit, langsung ada orang memberitahu kepada saya bahwa anak sudah berada di puskesmas. Sehingga saya dibawa sudah terbang-terbang motor ( menuju puskesmas). Saya lihat anak saya sudah di ruangan," jelasnya.
"Saya tanyakan kenapa anak saya ini, satu orangpun tidak ada yang bisa jawab. Akhirnya saya desak pihak puskesmas dinyatakan anak saya sudah meninggal," tambahnya.
Ibnu menyatakan, Ragil ditangkap tanpa ada surat penangkapan atau pemberitahuan dari kepolisian.
"Setelah itu saya cek siapa yang menangkap, ternyata dua orang oknum polisi. Anak saya ditangkap sedang main catur, main domino di warung," kata Ibnu.
Baca juga: Brigadir Y dan P Tersangka, Kapolres Muaro Jambi Bicara Soal Tahanan Tewas di Sel Polsek Kumpeh Ilir
Baca juga: Bukan Pasal Penganiayaan, 2 Polisi Polsek Kumpeh Muaro Jambi Jadi Tersangka, Buntut Tahanan Tewas
Usai mengetahui anak meninggal dunia, Ibnu mendatangi Mapolsek Kumpeh Ilir. Namun, tidak ada satupun orang di sana.
Ibnu menerangkan, melihat kondisi sang anak terbaring tanpa nyawa puskesmas, terdapat luka jeratan dibagian leher.
Namun jeratan itu lebar tidak seperti tali. "Ada di dada seperti biru-biru, leher sebelah kiri pukulan benda, dibawah dagu seperti ada gesekan," ungkap Ibnu.
Dia menduga sang anak dianiaya, dalam kurun waktu kurang dari 1 jam sudah meninggal dunia. (fan)
Tagih Janji Polisi
KAKAK Ragil Alfarizi (21) pemuda yang meninggal di Mapolsek Kumpeh Ilir, Muaro Jambi, Winda Mardiati menagih janji pihak kepolisian yang mengusut kasus kematian sang adik dijelaskan terang benderang.
"Tapi sampai hari ini sudah 20 hari kami menunggu yang ingin disampaikan kepada kami tidak menerima sampai hari ini," kata Winda, Selasa (24/9).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.