Karhutla di Jambi

Batanghari Status Tanggap Karhutla, Kebun Sawit di Sarolangun Terbakar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penulis: tribunjambi | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ist
Karhutla di Sarolangun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Karhutla.

MUARA BULIAN, TRIBUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Batanghari, Ansori mengatakan hujan yang terjadi beberapa kali di Kabupaten Batanghari tidak membuat kondisi kesiagaan Karhutla di Kabupaten Batanghari menurun.

"Kami menaikkan status menjadi tanggap, karena prediksi kami kalau hujan kebetulan yang terjadi tidak merata dan juga sedikit jadi tidak menjadi jamanan kami mencabut status," ujarnya, Minggu (25/8). 

Ia juga menilai kondisi hujan yang terjadi tidak merata. Ansori mengatakan pihaknya mempertimbangkan informasi BMKG Provinsi Jambi bahwa musim kemarau diprediksi akan terjadi hingga Oktober..

Selain itu, Ansori menyebutkan bahwa saat ini kondisi Karhutla di Batanghari sudah diangka 118,34 hektar.

Sehingga antisipasi harus terus dilakukan.

"Hujan ini tidak menjamin dan juga hujannya tidak rata dan intensitas hujan tidak besar. Kalau dari informasi BMKG kami dengar bahwa musim kemarau ini sampai dengan bulan Oktober," ujarnya.

Baca juga: BPBD Batanghari Tingkatkan Status Tanggap untuk Karhutla

Baca juga: Dinas LH Batanghari Antisipasi Karhutla dan Memburuknya Indeks Kualitas Udara

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi kejadian Karhutla yang lebih besar. Ansori mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Manggala Agni dan Babinsa. 

Serta memberikan sosialisasi kepada warga terkait bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar.

"Tentu kami khawatir jangan sampai kejadian di 2015 dan 2019 asap tinggi terjadi lagi. Kami juga berkoordinasi dengan tim Manggala Agniz Babinsa dan juga masyarakat untuk melakukan sosialisasi di kecamatan tentang jangan membuka lahan dengan cara dibakar," jelasnya.

Lahan Terbakar

Dampak musim kemarau terjadi di Kabupaten Sarolangun. Informasi terbaru bawha sekitar tiga hektare lahan sawit milik masyarakat di Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut terbakar, Sabtu (24/8).

Tim Manggala Agni Daops Sumatera XIII Sarolangun bergerak cepat melakukan pemadaman hingga sampai malam tadi.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XIII Sarolangun, M Hakim mengatakan pemadaman titik api dilakukan malam tadi oleh petugas Manggala Agni. 

Saat itu api sedang aktif membakar lahan sawit milik warga setempat seluas kurang lebih tiga hektare.

"Pagi tadi petugas kita lanjut sapu sisa bara api yang ada, dan pembasahan. Dari kebakaran hutan dan lahan itu belum diketahui penyebabnya," ujar M Hakim.

Ia menyebut, selama melakukan pemadaman, petugas alami sedikit kesulitan yakni terkendala sumber air yang cukup jauh 300-400 m dari lahan terbakar.

Baca juga: Pelaku Pembakaran Lahan Ditangkap, BPBD Tebo Sebut Karhutla Menurun

"Kami mengimbau kepada masyarakat tidak menggunakan api dalam persiapan lahan kebun. Hati2 penggunaan api dalam pembersihan sampah. Saling ingatkan dan jaga kebun dari kebakaran," tutupnya. (uti/sbi)

PDAM Tambah Bahan Kimia

PADA musim kemarau seperti saat ini, selain jumlah kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Batanghari yang meningkat. PDAM Tirta Batanghari juga mencatat adanya peningkatan penggunaan bahan kimia untuk pengolahan air bersih selama musim kemarau.

Direktur PDAM Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik menyatakan berlebihnya menggunakan beberapa bahan kimia seperti kaporit dan juga tawas untuk pengolahan air bersih.

"Untuk mendukung kestabilan suplai air kemasyarakatan di musim kemarau ini tentu akan berimbas kepada pembiayaan," ujarnya. 

Di musim kemarau saat ini, Abu Bakar mengatakan bahwa penggunaan bahan kimia meningkat sampai dengan 30 persen.

"Dalam perbandingan dari bulan kemarin, atau dua bulan terakhir terjadi peningkatan pembiayaan sampai dengan 30 persen. Penggunaan bahan kimia kita menggunakan tawas, kaporit dan juga soda," jelasnya. 

Ia mengatakan jika biasanya hanya membutuhkan 20 ton bahan kimia untuk pengolahan air bersih. Di musim kemarau saat ini meningkat menjadi 25 ton.

Hal tersebut terjadi akibat pendangkalan air sungai sehingga air yang masuk ke pompa PDAM Tirta Batanghari tercampur dengan kotoran ataupun lumpur di sungai. (uti)

Status karhutla

- BPBD Batanghari tingkatkan status karhutla
- Hujan tidak turunkan kesiagaan karhutla
- Hujan tidak merata, prediksi kemarau hingga Oktober
- Karhutla Batanghari sudah 118,34 hektar
- Koordinasi dengan Manggala Agni dan Babinsa
- Sosialisasi bahaya pembukaan lahan dengan api
- Tiga hektare lahan sawit terbakar di Sarolangun
- Pemadaman dilakukan hingga malam oleh Manggala Agni
- Kesulitan pemadaman karena jarak sumber air.
- Imbau masyarakat hati-hati dengan penggunaan api.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Prediksi Starting XI AS Roma Melawan Empoli : Dybala Bermain, Paredes Kembali, Le Fee Ditinggalkan

Baca juga: Download Minecraft MOD APK Update Terbaru Agustus 2024 Gratis, Banyak Fitur Terbuka dan Full Diamond

Baca juga: Prediksi Skor Nantes vs Auxerre, Cek Head to Head dan Statistik Tim di Ligue 1 Malam Ini

Baca juga: Prediksi Skor Strasbourg vs Rennes, Cek Head to Head dan Statistik Tim di Ligue 1 Malam Ini

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved