Rabu, 6 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 17 Agustus 2024 - Merdeka Untuk Memerdekakan

Bacaan ayat: 2 Korintus 3:17 (TB)  Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
dok
Pengibaran bendera pusaka saat proklamasi 17 Agustus 1945. 

Renungan Harian Kristen 17 Agustus 2024 - Merdeka Untuk Memerdekakan

Bacaan ayat: 2 Korintus 3:17 (TB)  Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 

Tujuh puluh sembilan tahun silam, kata itu sangat bermakna. Kata yang diteriakkan saat berjumpa dengan yang lain. Kata yang mengobarkan semangat perjuangan untuk bebas dari penjajahan. Kata yang menyatukan semua orang pada satu tujuan.

Kata yang menginspirasi semua orang untuk bergandengan tangan, mengesampingkan berbagai perbedaan, bersatu padu untuk mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi tercinta ini. 

Tujuh puluh sembilan tahun telah berlalu, masihkah gemanya membahana, untuk menyatukan hati memerangi kemiskinan dan ketidakadilan?

Masihkah gaungnya terdengar untuk menyemangati setiap orang untuk memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara? 

Masihkah semangatnya membara untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara? 

Banyak orang harus menerima kenyataan pahit ketika menemukan kesenjangan: sekelompok elit dengan kekayaan triyunan rupiah sementara yang lain harus mengais tong sampah demi sisa makanan. Bagi sebagian orang mendapatkan fasilitas megah dan mewah sementara yang lain hanya tempat berteduh, cukuplah! 

Inikah kemerdekaan itu, jika setiap hari harus dikejar setoran dan cicilan? Inikah merdeka itu, ketika, tidak ada pilihan lain kecuali menerima keadaan dalam kepasrahan? 

Dalam hidup beriman, tampak ritual dilakukan. Doa dipanjatkan dan pembacaan Alkitab dilakukan. Semua demi satu tujuan: semakin dekat kepada Sang Sesembahan. Persoalannya sekarang, ada begitu banyak ritual yang justru membelenggu kehidupan.

Berbagai aturan penyucian dibuat dengan asumsi agar berkenan kepada Tuhan. Datang menyembah, namun dibebani dengan rasa kuatir dan kecemasan akan kegagalan hidup. Seolah kehidupan ini menjadi beban, tanpa kemerdekaan! 

Paulus memberikan penegasan, "Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan." Iman Kristen berbicara tentang penebusan. Bahwa manusia yang telah jatuh dari dosa, telah menjadi budak dosa.

Allah merancang penyelamatan, dengan menjadi manusia dalam rangka menebus manusia dari belenggu dosa. Hasilnya? Manusia dibebaskan - dimerdekakan - dari dosa. Itu artinya, setiap orang percaya telah dimerdekakan dari dosa; sehingga dosa tidak boleh berkuasa lagi atas hidupnya. 

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved