Berita Kerinci

Protes Pemerintah: Warga Tanam Pisang di Tengah Jalan Penghubung Kerinci dan Sungai Penuh

Warga Desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kabupaten Kerinci mengambil inisiatif unik dalam menanggapi kondisi jalan yang berlobang.

Penulis: Herupitra | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ Herupitra
TANAM PISANG - Warga berinisiatif menanam pisang di tengah jalan penghubung Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sebagai bentuk protes kepada pemerintah, Senin (29/7). 

KERINCI, TRIBUN - Warga Desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kabupaten Kerinci mengambil inisiatif unik dalam menanggapi kondisi jalan yang berlobang.

Sebab kondisinya seperti sumur di tengah jalan yang mengkhawatirkan sudah hampir berlangsung tiga tahun.

Mereka memilih untuk menanam pohon pisang di tengah jalan untuk menyiasati bahaya jalan yang rusak dan memberikan manfaat lingkungan sekaligus memperindah pemandangan jalan.

Jalan Pendung Hiang yang merupakan akses penghubung antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh ini mengalami kerusakan yang signifikan.

Lubang besar sudah terlihat seperti sumur tepatnya ditengah-tengah jalan. Bahkan, sudah banyak yang menjadi korban.

Warga setempat, merasa prihatin dengan kondisi ini, kemudian mengambil langkah untuk menghijaukan jalan dengan menanam pohon pisang.

Menurut warga setempat yang setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan memilih menanam pohon pisang.

Baca juga: Video Aksi Gadis Bikin Konten Vulgar di Pinggir Jalan Viral di Medsos, Ada Satu Pria

Baca juga: PJ Bupati Kerinci dan Dinas PUPR Tinjau Jalan Koto Petai yang Ditanami Pisang

Agar tidak hanya memperbaiki pemandangan jalan yang rusak, tetapi juga memberikan manfaat ekologis.

“Aksi tanam pohon pisang ini mendapatkan dukungan positif dari sebagian besar masyarakat setempat."

"Mereka berharap bahwa inisiatif seperti ini dapat menginspirasi pihak berwenang dalam hal ini PUPR untuk segera melakukan perbaikan jalan yang lebih menyeluruh dan mengurangi dampak negatif dari kerusakan infrastruktur,” ucapnya.

Meski demikian, ada juga yang mengingatkan perlu koordinasi yang baik antara warga dan pemerintah setempat dalam menanggapi masalah infrastruktur yang mendasar seperti jalan rusak.

Warga menanam pisang di jalan rusak di jalan Desa Koto Petai, Kecamatan Tanah Cogok, Kerinci, Jambi
Warga menanam pisang di jalan rusak di jalan Desa Koto Petai, Kecamatan Tanah Cogok, Kerinci, Jambi (Tribunjambi.com/Herupitra)

“Langkah ini bagus sebagai bentuk kepedulian masyarakat, tetapi tetap harus ada penanganan yang komprehensif dari pihak yang berwenang,” ungkapnya.

Sebagai warga, dirinya juga mengkritik anggota DPRD dari Dapil III yakni Tanah Kampung Kumun Debai.

Apalagi saat ini unsur pimpinan DPRD Sungai Penuh berasal dari daerah tersebut yakni Ketua DPRD, Lendra Wijaya, Wakil Ketua 1, Yoshadi dan Wakil Ketua II, Afdiansyah, dimana mereka dinilai hanya duduk manis di bangku dewan menikmati gaji setiap bulan masuk.

Pasalnya, kondisi jalan ini yang rusak parah ini sudah terjadi selama kepemimpinan Dewan.

Baca juga: Viral Warga Muaro Jambi Nekat Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Protes ke Pemkab Soal Jalan Rusak

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved