Pilbup Tebo 2024

Pengamat Politik Nilai Nazar Efendi masih Ragu-ragu Maju jadi Bacawabup di Pilbup Tebo 2024

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tebo Nazar Efendi, dinilai masih ragu-ragu untuk tampil sebagai bacawabup di Pilkada Serentak 2024.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rohmayana
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Kepala Bakeuda Kabupaten Tebo Nazar Efendi. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tebo Nazar Efendi, dinilai masih ragu-ragu untuk tampil sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) di Pilkada Serentak 2024.

Pengamat Politik Tebo, Gaman Sakti menilai seharusnya Nazar Efendi dan simpatisannya sudah menunjukkan diri ke publik bahwa sudah siap menjadi wakil bupati Tebo.

Menurut Gaman, Nazar Efendi yang diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri dari pejabat Tebo, sudah memberanikan diri untuk mensosialisasikan diri ke masyarakat.

"Informasi yang saya terima kan beliau sudah mengajukan pengunduran diri ke atasannya. Artinya secara etika dia sudah melakukan prosedur yang diinginkan UU ASN," kata Gaman, Kamis (25/7/2024).

Maka dari itu, Nazar Efendi yang sempat tampil mendampingi Bacabup Agus Rubiyanto (ARB) menjemput SK rekomendasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sudah seharusnya menegakkan baliho.

Sepengetahuan Gaman, belum ada spanduk atau baliho Nazar Efendi yang tampak di Kabupaten Tebo untuk mensosialisasikan kesiapannya sebagai calon pemimpin Tebo.

"Pemasangan baliho itu harusnya tidak ada masalah, tidak ada aturan yang dilanggar oleh dia. Kecuali sosialisasinya menggunakan fasilitas dan uang negara," katanya.

Baca juga: Demokrat Pastikan Keluarkan Rekomendasi Pilbup Tebo Pekan Depan

Baca juga: Pilbup Tebo - Kemana Arah Dukungan Golkar, Gerindra dan PDIP, Ke Aspan atau Agus?

Gaman juga  mencontohkan bahwa di beberapa daerah baik dari kalangan ASN maupun Polri banyak baliho pencalonan yang dipasang oleh simpatisan.

Tetapi di Kabupaten Tebo, belum ada satupun simpatisan Nazar Efendi yang memasang baliho pencalonan.

Ia mengatakan seorang calon pemimpin mesti memiliki keberanian dan ketegasan. Tetapi Gaman menduga adanya keragu-raguan pada diri Nazar sehingga menjelang pendaftaran belum muncul sosialisasi bahwa Nazar siap jadi kepala daerah.

"Ini kan ada pilihan kan, apakah memilih PNS dengan karir birokratnya atau menjadi calon kepala daerah dengan harus meninggalkan PNS. Kalau misalnya Nazar ragu-ragu mesti dipikirkan kembali konsekuensi yang akan diterimanya," pungkasnya. (Tribunjambi.com/ Wira Dani Damanik)

Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved