Berita Tebo

4 ASN di Tebo Jambi Terafiliasi dengan Teroris, Masih Ada Jaringan Lain?

4 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tebo diduga terafiliasi dengan jaringan teroris. Keempatnya terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII).

Editor: Suci Rahayu PK
Tribun Lampung
Ilustrasi Densus 88. 4 ASN di Tebo jambi diduga terafiliasi dengan teroris jaringan NII 

Teririsme di Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - 4 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Tebo diduga terafiliasi dengan jaringan teroris.

Keempatnya terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII).

Ini diungkap penjabat (Pj) Bupati Tebo Varial Adhi Putra usai bertemu dengan Densus 88 pada Senin (15/8/2024).

Pertemuan itu untuk membahas sejumalah isu menyangkut jaringan teroris di Kabupaten Tebo.

Varial mengungkapkan ada sebanyak empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tebo terafiliasi dengan jaringan teroris.

"Kita barusan selesai mengadakan pertemuan terkait dengan isu-isu berkembang. Kita diinformasikan oleh Densus 88, ada empat ASN kita terafiliasi dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII)," kata Varial.

Baca juga: Pilbup Tanjabtim - Dilla Hich-Muslimin Tanja vd Zumi Laza-M Aris, Menanti Arah 5 Parpol

Baca juga: 4 Pasangan Bacakada di Jambi yang Dapat Rekomendasi PKS untuk Pilkada Serentak 2024

Varial menyampaikan dalam pertemuan itu, pihaknya memanggil empat ASN bersangkutan. Hasilnya, empat ASN tersebut menyatakan siap untuk berikrar setia NKRI.

"Ikrar NKRI itu nanti serentak dan diganungkan, nanti ada dari provinsi," pungkasnya.

Diminta Awasi

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi, Profesor As'ad Isma meminta Penjabat (Pj) Bupati Tebo, betul-betul mengawasi empat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar jaringan teroris.

Atas hal ini, As'ad Isma menyampaikan informasi dari Densus 88 tersebut berdasarkan analisis data intelijen.

Dia meminta Pj Bupati Tebo melakukan pengawasan terhadap empat ASN tersebut.

"Bupati dengan kewenangan yang dimilikinya lewat inspektorat untuk kembali memverifikasi data yang disampaikan Densus 88 dan mendalami," kata As'ad Isma, Senin (15/7/2024).

Beradasarkan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Rektor UIN Jambi, harus ada tindakan tegas dalam menyikapi persoalan ini.

Baca juga: Ini Daftar 20 SMP Negeri di Kota Jambi yang Masih Punya 1.628 Kursi Kosong, Buka Lagi Pendaftaran

Baca juga: Bologna Ogah Tetak Dua, Nego Ulang dengan Basel karena Arsenal Incar Calafiori

"Ini pengalaman kita, UIN itu pernah dulu. Orang itu kita panggil dan minta penjelasan, kita kasih tempo seminggu, pilihan dia mundur atau buat perjanjian. Itu salah satu contoh," katanya.

Ia menambahkan meskipun empat ASN tersebut sudah berjanji untuk mau berikrar setia NKRI, kepala daerah mesti membongkar jaringannya di kalangan ASN dan masyarakat.

"Perlu didalami lagi, untuk melakukan tindakan tegas," ujarnya.

Dia pun meminta masyarakat untuk dapat memilah dan menghindari kalangan ekstrim.

"Agar terhindar dari pandangan-pandangan ekstrim bergama, contohnya sudah banyak. Itu menjadi pelajaran bagi kita, kelompok ekstrim seperti itu akan membawa kekacauan. Kita sudah jelas berpegang pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UU Dasar dan NKRI," ujarnya.

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pilbup Tanjabtim - Dilla Hich-Muslimin Tanja vd Zumi Laza-M Aris, Menanti Arah 5 Parpol

Baca juga: Jadwal Acara RCTI Hari ini Selasa 16 Juli 2024: Sinetron Seindah Cinta Mutiara dan Setulus Hati

Baca juga: Ini Daftar 20 SMP Negeri di Kota Jambi yang Masih Punya 1.628 Kursi Kosong, Buka Lagi Pendaftaran

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved