Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Tanjab Barat

Tanjabbar Defisit Beras, Warga Enggan Menanam Padi

Tanjung Jabung Barat defisit dalam memproduksi padi, kebutuhan beras untuk masyarakat per tahun 2023 sekitar 30 ribu ton, namun pada faktanya,

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Ilustrasi sawah 

Tanjabbar defisit beras

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tanjung Jabung Barat defisit dalam memproduksi padi, kebutuhan beras untuk masyarakat per tahun 2023 sekitar 30 ribu ton, namun pada faktanya, setiap tahunnya petani di Tanjab Barat hanya mampu memproduksi padi sekitar 25 ribu ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanjabbar Yan Ery menyebut, Tanjabbar bukan lagi disebut daerah penghasil padi, karena setiap tahunnya mengalami defisit.

"Kita sudah defisit, sekitar 5-6 ribuan ton setiap tahun," ujarnya Jumat (5/7/2024).

Dirinya berharap, mudahan-mudahan kedepan petani bisa meningkatkan hasil produksi padi sehingga kebutuhan beras di Tanjab Barat bisa terpenuhi.

Untuk mengatasi kekurangan beras, dirinya menyebut pihaknya bekerjasama dengan Bulog yang mana disebut dengan cadangan pangan pemerintah (CPP) yang merupakan program pusat.

"Di pasar ada juga cadangan beras kampitan, beras profesional, ada beras udang ketak, beras kayu manis, beras yang datang dari luar Kabupaten Tanjung Jabung Barat," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Al Haris Jamin Kembalikan Uang Gaji Rp75 Juta dari Pensiunan Guru di Muaro Jambi yang Viral

Baca juga: Prediksi Skor Venezuela vs Kanada, Cek H2h, Statistik Tim, dan Prediksi AsianBookie Copa America

Ia menjelaskan, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ada beberapa kecamatan penghasilan padi terbesar yakni, di Pengabuan, Senyerang dan Batang Asam.

"3 kecamatan itu penghasil padi terbesar, di Tanjab Barat," ujarnya.

Meskipun tiga kecamatan itu penghasil padi terbesar setiap tahun, namun tidak mampu menutup kekurangan beras di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Diketahui, faktor penyebab defisit padi di Tanjab Barat salah satunya adalah, kurangnya minat warga untuk menanam padi, warga lebih memiliki mengalih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit. (Tribunjambi.com/Sopianto)

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cek Jadwal Kapal Pelni KM KELIMUTU Rute Karimun Jawa-Kumai Juli 2024, Transit di Semarang

Baca juga: Soal Asniati Pensiunan Guru TK, Ketua DPRD Jambi Sebut Tak Perlu Kembalikan Uang Gaji Rp75 juta

Baca juga: Gubernur Al Haris Jamin Kembalikan Uang Gaji Rp75 Juta dari Pensiunan Guru di Muaro Jambi yang Viral

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved