Polemik Tapera
Ungkap 7 kader Terluka Saat Demo Tapera, HMI Tuntut Kapolda Jambi Minta Maaf
HMI Jambi menilai aparat telah bertindak represif dalam penanganan aksi unjuk rasa. Kapolda Jambi dituntut minta maaf.
Penulis: Rifani Halim | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - HMI menyebut 7 kader mereka terluka saat demo menolak Tapera di Gedung DPRD Provinsi Jambi beberapa hari lalu.
HMI Jambi menilai aparat telah bertindak represif dalam penanganan aksi unjuk rasa. Kapolda Jambi dituntut minta maaf.
Badan Koordinasi HMI Jambi mengelar aksi di Mapolda Jambi menurut Kapolda Jambi meminta maaf.
Dalam aksinya disebutkan, tindakan represif itu dilakukan oleh aparat kepolisian saat kader HMI menggelar aksi penolakan Tapera.
Koordinator Umum Aksi, Husni Mubarok mengatakan, Badko HMI Jambi meminta aparat menghentikan kriminalisasi terhadap mahasiswa yang menggelar aksi pada saat demo jilid I dan jilid II.
"Aktivis HMI ada yang mendapatkan tindakan yang tidak sewajarnya dan sepantasnya dilakukan aparat dari Polda Jambi," kata Husni usai demo di Mapolda Jambi, Jumat (14/6/2024) sore.
Dia menyebut, HMI Jambi menuntut Kapolda Jambi untuk meminta maaf dan mengadili oknum aparat kepolisian yang lakukan intimidasi, kekerasan dan hal-hal yang bersifat merugikan mahasiswa.
"Ada 7 orang, 2 orang dilarikan ke rumah sakit. 7 orang itu mengalami luka-luka, selebihnya ada yang terluka tapi tidak parah."
"Ada yang mengalami luka di bagian tangan mungkin karena bekas cakaran, kemudian kepala, pingsan dan bengkak dibagian kelopak mata," sebut Husni.
Dia menegaskan, sebagai mahasiswa, mereka tak akan gentar menyuarakan hak tuntutan dari masyarakat dan akan melakukan aksi lanjutan.
"Tetap kami akan melakukan aksi yang berkelanjutan, supaya ada titik jelas apa yang menjadi tuntutan kami," tutupnya. (*)
Baca juga: Publik Menentang Tapera, PSI Malah Mendukung Habis-habisan, Sebut PDIP Pahlawan Kesorean
Baca juga: Diskusi Publik HMP HTN Fakultas Syariah, Mengupas Kontroversi Tapera
| 3 Poin Tanggapan SPPG Simpang III Sipin Jambi Terkait Dapur MBG yang Viral |
|
|---|
| TB Hasanuddin Kritik Wacana Pajak Kapal di Selat Malaka, Peringatkan Risiko Friksi Kawasan |
|
|---|
| BMKG Jambi Deteksi 1 Titik Panas di Tanjung Jabung Timur |
|
|---|
| Penjelasan Ending Film Pangku, Apakah Tika dan Bayu Memiliki Masa Depan yang Lebih Baik |
|
|---|
| Beredar Kabar, Harga Pertamax Naik pada Pekan Ini, Diprediksi Jadi Rp17.850 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Demo-HMI-Jambi_TAPERA.jpg)