Berita Sarolangun

Warga Sakit Terpaksa Ditandu Sejauh 4 Kilometer, Masyarakat Batang Asai Minta Akses Ditingkatkan

Warga Dusun Sungai Keladi, Desa Batu Empang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun terpaksa bawa orang sakit dengan cara ditandu.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI/HASBI
Warga sakit di Sarolangun ditandu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Tidak adanya akses jalan kenderaan roda empat, warga Dusun Sungai Keladi, Desa Batu Empang, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun terpaksa bawa orang sakit dengan cara ditandu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, dalam sebulan ini saja sudah ada tiga kali warga setempat membawa warganya yang sakit parah dengan cara ditandu ketika hendak berobat ke rumah sakit yang ada di Sarolangun.

Kepala Desa Batu Empang, Saryadi saat dikonfirmasi mengatakan tidak adanya akses jalan kenderaan roda empat, ketika bawa warga dari Dusun Sungai Keladi mengalami sakit parah hendak berobat ke Sarolangun mau tidak mau harus ditandu sejauh 4 kilometer.

Setelah itu, warga harus melewati jalur air menggunakan kretek dari Pondok Bulat ke Pulau Langsat baru ada jalan kendaraan roda empat.

Alasannya melewati jalur air menggunakan kretek lebih dekat ketimbang melewati jalur darat dari Pondok Bulat ke Desa Batin Pengambang, itupun tidak ada jalan kendaraan roda empat.

"Kalau lewat jalur darat dari Dusun Sungai Keladi, ke Desa Batin Pengambang sangat jauh jika bawa dengan cara ditandu. Makanya kami lewat jalur air dulu habis itu naik mobil dari Pulau Langsat ke pusat Kecamatan hingga Kabupaten Sarolangun," kata Saryadi, Senin (3/6/24).

 

Ia juga menyebut, awalnya sudah ada pembukaan akses jalan kenderaan roda empat dari Desa Batin Pengambang menuju ke Dusun Sungai Keladi yang dibangun melalui TMMD diperkirakan pada tahun 2020-2021, namun hingga kini jalan itu tidak bisa dilewati lagi.


"Jarak dari desa Batin Pengambang ke desa Batu Empang Dusun Sungai Keladi sekitar 8 kilometer, tapi jalan ini sekarang sudah hancur, ada beberapa bok pembatas sungai kecil jalan banyak tidak ada, makanya jalan itu dari dulu tidak bisa dilewati, awalnya pernah mobil sampai kesana itupun mobil orang buka jalan tersebut," ujarnya.


Bahkan masyarakat setempat setiap tahun selalu mengusulkan agar jalan itu ada peningkatan, namun hingga kini belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi.


Dengan tidak adanya akses jalan kenderaan roda empat dari Desa Batin Pengambang menuju ke Dusun Sungai Keladi, Desa Batu Empang berdampak pada ekonomi masyarakat setempat. Seperti kebutuhan sembako jadi mahal, karena jasa angkutan hanya bisa menggunakan motor.


"Sudah pernah kami mengajukan peningkatan jalan tersebut, dari tahun 2023 hingga tahun ini, namun tidak ada jawaban dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi. Kasihan warga kami beli sembako cukup mahal dibandingkan tempat lain. Bayangkan saja ongkos bawa sembako menggunakan motor dari Desa Batin Pengambang ke Sungai Keladi memcapai 150 ribu sepikul, wajar masyarakat kami harus terbeli sembako mahal," ungkapnya.


(Tribun Jambi.com/ Hasbi Sabirin)

Baca juga: Kesbangpol Sarolangun Ajak Masyarakat Jaga Suhu Politik

Baca juga: Mulai Kritis Akibat Aktivitas Ilegal, KPHP Ajak Masyarakat Sarolangun Jaga Kawasan Hutan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved