Pilkada Serentak 2024
Bobby Nasution Disebut Jadi Pilihan Rasional di Pilgub Sumut Dibanding Edy, Ijeck dan Ahok
Partai Golkar, Partai Gerindra dan PAN memutuskan mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Pilk
TRIBUNJAMBI.COM - Partai Golkar, Partai Gerindra dan PAN memutuskan mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai bakal calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) di Pilkada Serentak 2024
Keputusan ini dinilai rasional.
Pandangan ini disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Warjio.
Dia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang membuat partai-partai itu secara rasional memilih mendukung Bobby. Pertama, faktor rekam jejak.
Menurut Warjio, Bobby punya nilai plus karena pembangunan kota Medan yang saat ini sedang berjalan mendapat respons positif dari warga Kota Medan.
Kedua, tren suara Pileg 2024. Warjio menjelaskan, dalam Pileg 2024, elit partai berusaha meyakinkan pemilih dengan menyodorkan siapa-siapa saja calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2024 nanti.
Partai Golkar misalnya, sudah membuka pintu untuk Bobby bergabung dan siap mengusung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu di Pilgub Sumut 2024.
Baca juga: Viral Video Jadi Anggota PPS di Kerinci Harus Setor Sejumlah Uang
Baca juga: Chelsea Sepakati Kontrak dengan Enzo Maresca, Leicester Harus Cari Gantinya
"Bobby bersama dengan Gerindra dengan Golkar secara infrastruktur politik punya psikologi yang kuat hasil dari kemenangan Pileg 2024. Birokrasi di tingkat pusat bahkan sampai di kabupaten Sumut banyak dikuasai oleh infrastruktur yang punya aliran kuat dengan partai Golkar ataupun Gerindra," ujar Warjio di program Sapa Indonesia Pagi, Selasa (28/5/2024).
Ketiga, pemilih di Sumut. Wajio menjelaskan, sekarang ini, pemilih di Sumut hampir mencapai 60 persen bersumber dari pemilih pemula dan generasi muda.
Jika dibandingkan dengan bakal calon kepala daerah yang ingin maju di Pilgub Sumut, seperti mantan gubernur dan wakil gubernur Sumut Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) hingga Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tentu Bobby yang lebih mencerminkan sosok generasi muda yang berpotensi dipilih oleh para pemilih pemula.
"Kalau kita bandingkan siapa kira-kira calon yang representasinya untuk pemilih pemula tentu bisa di jawab ya Bobby. Sementara Edy Rahmayadi bahkan Ahok sekalipun tidak merepresentasikan itu (pemimpin muda). Bagi anak muda itu kan terkesan old dan dianggap belum bisa mengikuti perkembangan mereka," ujar Warjio
Keempat basis pemilih. Warjio menambahkan, selain tingginya pemilih pemula, peta pemilih juga penting untuk disikapi.
Di Pilgub 2018, kantong suara Edy Rahmayadi didominasi pemilih beragama Islam, terutama di pantai timur.
Kemudian di Pantai Barat, pemilih dikuasai oleh Sihar Sitorus yang menjadi wakil dari Djarot Saiful Hidayat.
Daerah lain seperti Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat mayoritas pemilihnya juga berbasis agama.
Fakta Kehamilan Syahrini yang Diungkap oleh Aisyahrani: Aku Salut Sama Dia |
![]() |
---|
Pegi Berada di Bandung saat Pembunuhan Vina Cirebon 8 Tahun Lalu Sang Adik Bawa Bukti Slip Gaji 2016 |
![]() |
---|
Pemkab Kerinci Pastikan Jelang Idul Adha Ketersediaan Hewan Kurban Tercukupi |
![]() |
---|
Keberangkatan Jamaah Calon Haji Terlambat, Menhub Minta Garuda Indonesia Berbenah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.