Viral Postingan Rahma Syifa
Dilaporkan Rahma Asyifa ke Polda Jambi, Pinto Wakil Ketua DPRD Minta Selesai Secara Kekeluargaan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara, berharap penyelesaian kasus yang dituduhkan Rahma Asyifa padanya diselesaikan secara kekeluargaan
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suang Sitanggang
Polisi masih ingin memastikan benar tidaknya penggelapan atau apakah memang ada pelapor yang belum dibayarkan.
Kepada Tribun akhir pekan lalu, Rahma Syifa mengungkapkan dia tidak melakukan keonaran pada saat bertemu dengan Pinto.
Disebutkannya, dia seorang diri tidak mungkin berani melakukan keonaran, apalagi saat itu ada belasan orang lainnya yang saat itu mendampingi Pinto di rumah dinas.
Diakuinya, suasana memang menjadi tegang, pada saat ia teriak menyebut nama Pinto.
"Saat itu saya merasa direndahkan. Dia membuat tanda berupa jari miring di depan kening, seolah saya ini orang gila," kata perempuan asal Bungo itu.
Syifa menyebut pertemuan pada 8 Mei 2024 itu, dia ingin pamit dan sekaligus menagih haknya yang belum dibayar, yakni uang perjalanan dinas dan pengganti cetak spanduk.
Totalnya sekitar Rp 12 juta. Ia berharap segera dilunasi, dan nama baiknya juga dibersihkan.
"Uang perjalanan dinas itu, sejak saya kerja Januari sampai April tidak pernah dikasih," beber Syifa, yang merupakan mahasiswi Universitas Jambi.
Perjalanan dinas yang dilakukannya, sesuai dengan nota dinas yang keluar, ada yang di wilayah Provinsi Jambi, ada juga ke luar provinsi, bahkan hingga ke Kalimantan.
Tapi pada pertemuan sore itu, yang ia harapkan menyelesaikan semua persoalan, justru membuat situasinya memanas.
Sebab, saat itu tidak juga ada pengakuan telah menggunakan uang pribadi Syifa dipakai mencetak baliho saat kampanye.
Mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi Universitas Jambi tersebut kemudian merasa mendapatkan perlakuan tidak adil.
"Saya memang histeris di rumah dinas. Mungkin pihak keamanan mengira saya mau mengejar saat saya berdiri Ketika beliau itu beranjak, jadi saya langsung ditarik 2 laki-laki," tuturnya.
Padahal saat itu, dia hanya ingin menanyakan kelanjutannya akan seperti apa, sebab saat itu belum ada titik terang.
Ia merasa semakin diremehkan dan juga histeris Ketika sosok wakil ketua itu pun membuat tanda jari miring di depan dahi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.