Setelah Dilantik Jadi Presiden RI, Prabowo Subianto Diprediksi Tinggalkan Jokowi dan Merapat ke PDIP

Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto diprediksi akan meninggalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan memilih PDI Perjuangan setelah dilantik.

Editor: Suci Rahayu PK
CAPTURE YOUTUBE
Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto 

TRIBUNJAMBI.COM - Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto diprediksi akan meninggalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan memilih PDI Perjuangan setelah dilantik.

Prediksi ini disampaikan pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Dan menurut Adi, langkah Prabowo Subianto meninggalkan Jokowi setelah dia dilantik menjadi Presiden RI.

"Rasa-rasanya setelah 20 Oktober, Prabowo ini akan jauh memprioritaskan PDI-P ketimbang Jokowi yang sudah tak lagi jadi presiden," ujar Adi dalam program Obrolan Newsroom Kompas.com, Selasa (30/4/2024).

"Tapi per hari ini, saya membaca Prabowo masih cukup menghargai dan menjadikan Jokowi sebagai variabel penting. Karena sampai tanggal 20 saya kira Jokowi masih jadi presiden," sambungnya.

Dibeberkan Adi, saat Jokowi lengser, maka potensi PDI Perjuangan bergabung ke pemerintahan Prabowo semakin terbuka.

Baca juga: Tanggal Merah Bulan Mei 2024 - Ada 3 Libur Nasional dan 2 Cuti Bersama

Baca juga: KPU Batanghari Perpanjang Waktu Pendaftaran PPK untuk Kecamatan Maro Sebo Ilir

Dan jika Jokowi masih ikut campur pada pemerintahan Prabowo-Gibran, bisa dipastikan PDI Perjuangan tidak akan senang.

"Oleh karena itu, setidaknya PDI-P barrier politiknya bagaimana hubungan Prabowo dan Jokowi. Kalau sudah tak baik-baik saja, bukan tidak mungkin PDI-P itu akan jadi bagian dari koalisi," kata Adi.

Maka dari itu, Adi meminta publik melihat apa yang terjadi setelah Jokowi menyerahkan kursi presiden kepada Prabowo pada 20 Oktober 2024.

"Karena kalau mau jujur, Prabowo ini pasti akan bicara ke depan, bagaimana mendapatkan dukungan berlimpah, dukungan politik, dukungan partai solid, sehingga semua keputusan politik bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Adi meyakini bahwa Gerindra dan Prabowo tidak nyaman jika PDI-P berada di luar kekuasaan.

Pasalnya, PDI-P merupakan partai pemenang Pileg 2024 dan pemilik kursi terbanyak di parlemen. Mereka juga berpengalaman sebagai oposisi.

"Mereka bisa kritis dan selalu bisa resisten setiap keputusan politik Prabowo," kata Adi.

"Pasca (Jokowi) tak lagi jadi presiden, Prabowo akan memilih, lebih penting mana antara PDI-P dan Pak Jokowi," imbuhnya.

 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved