WAWANCARA EKSKLUSIF

Nasib Jokowi Setelah Prabowo Jadi Presiden, Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo Seri I

Sebagai seorang politikus dan pakar, bagaimana menempatkan Pak Jokowi setelah nggak jadi presiden? Pertanyaan itu dijawab oleh..

Editor: Duanto AS
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo (kiri), saat diwawancarai oleh Direktur Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) di Studio Tribun Network, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/4). 

PRESIDEN terpilih, Prabowo Subianto, telah memberikan porsi di kabinet pemerintahan secara adil bagi seluruh partai kolisi pengusung.

Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo, menyampaikan hal tersebut saat podcast di kantor Tribun Network, Jakarta, Selasa (30/4).

"Kalau formulanya di Koalisi Indonesia Maju sudah disepakati dengan Pak Prabowo dengan Mas Gibran juga diketahui Pak Jokowi," katanya.

Menurut Dradjad, jatah kursi menteri sudah diatur Prabowo-Gibran.

"Itu sudah tinggal portofolionya apa saja itu kadang masih geser-geser intinya sih bincang-bincang soal formula kabinet struktur kabinet itu sudah ada,” urainya.

Sebab itu, pihaknya tidak khawatir dengan Partai NasDem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang bergabung ke Koalisi Indonesia Maju.

Termasuk jika PPP dan PKS nantinya merapat mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kami enggak khawatir jatah akan berkurang, karena memang semuanya sudah kita mantapkan, sehingga ketika Nasdem dan PKB masuk, itu sudah enggak ngambil lagi porsi dari parpol-parpol yang sudah ada di KIM," pungkasnya.

Simak wawancara Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, dengan Dradjad Wibowo.

Sebagai seorang politikus dan pakar dari Partai Amanat Nasional, bisa nggak diceritakan mengenai konfigurasi politik pasca pilpres?

Dulu kan saya pernah menyampaikan di Tribunnews bahwa layer kedua (pimpinan parpol) itu sudah mulai bicara waktu masih belum keputusan MK.

Sekarang setelah keputusan MK, kita lihat sekarang insyaAllah Nasdem dan PKB bergabung.

Mungkin tinggal ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, saya rasa formalitas saja, tapi untuk ukuran pembicaraan antar parpol itu setelah keputusan dan kemudian Bapak Prabowo berkunjung ke sana itu sebenarnya sudah termasuk amat sangat cepat.

Jalannya sudah dirapikan, jadi saya rasa kemudian partai parlemen lain kan yang belum kan tinggal teman-teman PDIP dan teman-teman dari PKS.

Kemudian enggak tahu PPP, kalau mereka berhasil di MK, mungkin mereka lolos ke parlemen, kita tunggu saja saya berharap mudah-mudahan mereka lolos.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved