Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 13 April 2024 - Hidup Ini Tentang Siapa?

Bacaan ayat: Yeremia 1:6 (TB) Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Pdt feri Nugroho, GKSBS Palembang Siloam 

Renungan Harian Kristen 13 April 2024 - Hidup Ini Tentang Siapa?

Bacaan ayat: Yeremia 1:6 (TB) Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Dunia telah menciptakan sebuah standar bahwa mereka yang mempunyai penampilan cantik bagi perempuan dan ganteng bagi laki-laki, maka ia akan mempunyai lebih banyak teman.

Budaya ini telah menciptakan tembok pemisah dalam kehidupan sosial. Ironisnya, standar tersebut seringkali bersifat subyektif.

Akibatnya seseorang yang merasa tidak memenuhi standar tersebut akan tersingkir atau menyingkir dari komunitas.

Tersingkir, karena anggota kelompok yang sepakat menyingkirkan; atau menyingkir, sebab merasa tidak bisa memenuhi standar ekspektasi yang ditetapkan. Kawula muda lebih sering menjadi korbannya.

Rasa tidak percaya diri (tidak PD), seringkali menempatkan seseorang pada posisi terabaikan. Yeremia tidak percaya diri ketika TUHAN memanggilnya. Ia berdalih, "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."

Pertama, Yeremia merasa tidak pandai bicara, dan kedua ia merasa masih terlalu muda. Dalam konteks budaya, apa yang dinyatakan oleh Yeremia wajar dan masuk akal. Dari dulu hingga sekarang, memang usia menjadi penentu bagi seseorang untuk dipercaya perkataannya.

Mereka yang muda dianggap belum memiliki banyak pengalaman, sehingga diragukan kebenaran pendapat dan nasihatnya. Apalagi jika berhadapan dengan para orang tua! Sisi lain dari orang muda, mereka diposisikan untuk tidak pandai bicara mengingat belum luasnya pengetahuan yang dimiliki.

Bukankah ini menjadi penilaian umum yang hingga hari ini masih ada? Meskipun demikian, kita patut bersyukur bahwa budaya modern telah menempatkan orang muda sama dengan orang dewasa, meskipun dalam beberapa hal tetap saja dinilai belum cakap. Terhadap alasan Yeremia, Tuhan tidak tinggal diam.

Diawal Tuhan telah menyatakan diri bahwa, "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."

Pernyataan ini membawa pemahaman penting bahwa TUHAN lah Kreator Agung atas kehidupan. Dalam hal ini, diakui atau tidak oleh manusia, bahkan disalahpahami oleh manusia sekalipun, kita tidak bisa menolak fakta bahwa Allah yang berkreasi menciptakan kehidupan. Allah yang berinisiatif untuk menciptakan kehidupan.

Jika kehidupan ini diciptakan oleh Allah, maka menjadi wajar jika fokus kehidupan seharusnya juga ada pada Dia. Dalam hal ini Yeremia sedang disadarkan akan jati diri dan makna kehidupannya bagi Allah.

Kesadaran ini penting, sebab akan menjadi dasar dalam menjalani kehidupan. Itu sebabnya, meskipun Yeremia berdalaih sedemikian rupa, Allah justru menyatakan otoritas-Nya. Kepada siapapun Yeremia diutus, ia harus berbicara; tanpa harus takut dengan resiko yang menyertainya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved