Pembunuhan di Tebo

Suami Bunuh Istri di Tebo Jambi, Balita 2,5 Tahun Sempat Melihat Ayah Habisi Ibunya dengan Sadis

Balita dari suami bunuh istri di Tebo, Jambi, sempat melihat aksi sang ayah menghabisi ibunya dengan sadis.

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi jenazah 

Permintaan Kaijul itu ditolak DMZ.

Baca juga: Pengakuan Kaijul Akhiri Nyawa Istri dengan Sadis di Tebo Jambi: Emosi Tak Dilayani Layaknya Suami

Baca juga: Imbau Warga Hati-hati saat Mudik Lebaran, Kapolres Tanjab Barat Siapkan Ratusan Personel Pengamanan

Kaijul merasa tidak senang dengan sikap DMZ, kemudian Kaijul pergi keluar rumah membeli minyak kebutuhan kerja besoknya.

"Terus balik lagi aku, kubangunkan lagi. Tetap aja kegitu bahasanya, habis itu keluar aku ambil dodos, terus aku tikam lehernya dua kali," katanya.

Pada saat kejadian itu, anaknya terbangun lalu nangis melihat DMZ berlumuran darah dan Kaijul lalu menenangkan anaknya dengan memberikan hp.

Lalu Kaijul membungkus bagian kepala dan leher istrinya dengan karung. Anaknya sempat melihat aksi itu hanya sekira 1 detik.

"Langsung kumatikan lampu, dilihatnya cuma 1 detik. Habis itu kubuang. Terus kumandikan anakku dan aku bawa anakku kabur," pungkasnya.

Baru Pindah

Sebelumnya diberitakan, kasus suami bunuh istri terjadi di Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Korban ditemukan warga sekitar pada Selasa (2/4/2024).

Jasad dimasukkan ke karung, lalu dibuang ke semak belukar. Pembunuhan itu terjadi dua hari sebelum mayat ditemukan.

Lokasi jasad perempuan inisial DMZ tersebut ditemukan, tak jauh dari rumah yang selama ini ditempatinya bersama suami inisial KD.

Ketua RT 04 Desa Pemayungan, Silaban, mengungkapkan bahwa keluarga tersebut masih baru pindah ke desanya dalam dua bulan terakhir.

Dia mengatakan bahwa keluarga tersebut pun belum pernah melapor kepadanya selama tinggal di sana.

"Mereka itu disini kerja dengan orang. Ada fasilitas dikasih untuk bekerja di kebun. Jadi mereka tinggal di kebun itu karena disana ada rumah," kata Silaban, Kamis (4/4/2024).

Namun dia mengatakan bahwa korban DMZ memiliki orangtua di desa tersebut berjarak sekira 4 km.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved