Pilpres 2024
PAN Belum Bicara Jatah Kursi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Edi Akui Zulhas Kerap Ketemu Prabowo
Partai Amanat Nasional atau PAN belum membicarakan jatah kursi menteri secara spesifik jika Prabowo-Gibran menang di Pilpres 2024.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Jatah kursi menteri Prabowo-Gibran dari PAN.
TRIBUNJAMBI.COM - Partai Amanat Nasional atau PAN belum membicarakan jatah kursi menteri secara spesifik jika Prabowo-Gibran menang di Pilpres 2024.
Sekjen PAN, Adi Suparno bilang saat ini partainya masih berfokus di tahapan penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum.
Pihaknya juga tengah mempersiapkan proses pengajuan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi.
Edi mengklaim partainya belum membicarakan jatah menteri secara spesifik.
Tetapi ia membenarkan pertemuan ketua umum PAN, Zulkifli Hasan dan Prabowo Subianto kerap terjadi.
Pertemuan keduanya mulai dari bicara informal soal kabinet hingga target pencapaian program Prabowo-Gibran kedepannya.
"Pertama, kita sedang fokus sepenuhnya untuk menuntaskan hasil rekapitulasi perhitungan suara,
Rekap suara itu sedang kita fokus untuk dituntaskan," ujarnya dilansir dari tayangan Yt KompasTV.
"Kami akan sepenuhnya menghormati hak prerogatif Bapak Prabowo sebagai Insyaallah presiden terpilih nantinya untuk kemudian menetapkan dan berbicara dengan pimpinan partai politik untuk kemudian menetapkan ee apa saja yang kemudian menjadi bagian dari hak dari partai-partai yang ikut mendukung beliau," ujarnya.
Baca juga: Demokrat Buka Suara Soal Jatah Kursi Menteri Prabowo-Gibran, Hinca: Kader Kami Bertalenta
Baca juga: Politisi Gerindra Soal Kursi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran: Adil ke Semua Pihak, Tak Ada Anak Emas
Hinca Panjaitan: Partai Demokrat Punya Kader Bertalenta
Partai Demokrat buka suara mengenai isu jatah kursi menteri yang menjadi incaran partainya jika Prabowo-Gibran resmi memenangkan Pemilu 2024.
Respon tersebut disampaikan anggota Majelis Tinggi Demokrat, Hinca Panjaitan.
Hinca berharap posisi menteri diisi orang dengan talenta tepat .
Dia menyebutkan bahwa Partai Demokrat memiliki kader-kader bertalenta untuk mengisi jatah kursi menteri itu.
Saat ini Partai Demokrat kata Hinca Panjaitan bahwa masih menunggu hasil keputusan resmi dari KPU.
Anggota Majelis tinggi Partai Demokrat itu menyatakan partainya memiliki pengalaman serta kader bertalenta untuk mengisi kursi menteri.
Soal kursi menteri itu, Partai Demokrat menyerahkan seluruhnya kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Namun, karena partainya diklaim telah total membantu Prabowo-Gibran, Demokrat akan buka komunikasi dan memberikan masukan soal sosok yang akan mengisi posisi menteri.
"Orangnya (pengisi jata kursi menteri) yang tepat di tempat yang benar," ujar Hinca Panjaitan dilansir dari Yt KompasTv, Selasa (19/3/2024).
Baca juga: Alasan Golkar Minta Banyak Jatah Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran
"Kami yakinlah bahwa Partai Demokrat punya kader-kader yang punya talenta mumpuni untuk bergabung atau mendorong atau membantu Presiden Prabowo," tambahnya.
"Ya kita diskusikan bersama (posisi jabatan menteri), nanti kita kasih masukan," katanya.
Bantah Minta Jatah 5 Kursi Menteri
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto membantah partainya meminta jatah kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Harapan itu sebelumnya disampaikan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).
Airlangga membantah meminta jatah kursi menteri tersebut saat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/3/2024).
Ketum Partai Golkar itu mengungkapkan bahwa pihaknya belum meminta jatah kursi menteri.
Airlangga mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu penetapan hasil Pemilu 2024 dari KPU.
"Kita belum minta,” singkat Airlangga Hartarto, dikutip dari laporan jurnalis KompasTV.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengatakan partainya ingin mendapatkan jatah lima kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran nantinya.
Menurut Airlangga, partainya memiliki kontribusi besar dalam memenangkan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Maka itu dia berharap kadernya disediakan ruang yang luas untuk menjadi menteri.
"Saya sampaikan ke Pak Prabowo, kontribusi Golkar ke Pak Prabowo karena kita 15 dari 85 persen (pemilih Golkar memilih Prabowo-Gibran), maka kita kontribusi 25 persen. Jadi kalau 25 persen, kalau bagi-bagi, ya banyak-banyak sedikit boleh lah."
"Kita sebut lima (kursi kabinet) itu minimal tapi kalau dihitung proporsi 25 persen room masih banyak," kata Airlangga dalam acara Buka Bersama DPP Partai Golkar di Hotel The Mulia, Nusa Dua, Bali, Jumat (15/3) lalu.
Baca juga: Sebut Punya Andil Besar pada Kemenangan Prabowo-Gibran, Golkar akan Minta Jatah Kursi Menteri Banyak
Berdasarkan perolehan sementara rekapitulasi nasional KPU, Partai Golkar secara nasional memegang suara terbanyak kedua setelah PDIP di Pemilu 2024 ini.
Airlangga mengungkapkan tahun ini juga jadi capaian penting Golkar dalam mendukung capres-cawapres.
"Jadi sejarah yang lalu presiden dan capres yang didukung bukan dari Golkar hanya didukung 53 persen.
Kita 75-80 persen bahwa memang benar Partai Golkar betul-betul di depan untuk memenangkan Pak Prabowo dan Mas Gibran," tambahnya.
Selain itu, Menko Perekonomian itu juga meminta semua kader Golkar tetap mengawal kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf sampai selesai.
"Kita harus jaga supaya sukses dan berikut kita ingin di tahun 2025 begitu tahun anggaran baru pemerintah baru yang terpilih nanti akan menjadi sukses dan perjalanan dengan Pak Presiden hampir semua negara sudah memberikan ucapan selamat termasuk Amerika Serikat," ucap dia.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Andreas Christensen Mundur dari Skuad Denmar, Ada Apa dengan Bek Barcelona Ini?
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 88, Interaksi Peserta Didik Difabel Sekolah Inklusi
Baca juga: Presiden Jokowi Panggil 2 Menteri PKB ke Istana, Halim: Titip Salam ke Muhaimin Iskandar
Baca juga: Arsenal hingga Man City Bersaing Kejar Gelandang Bayern Munchen, Joshua Kimmich
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.