Siti Fatimah Jalankan Usaha Kuliner di Kantin Sekolah, KUR Sokong Modal Majukan Usahanya
Ketika bel istirahat berbunyi, para siswa berduyun-duyun menghampiri dagangan yang dijajakan Siti Fatimah di SDN 124 Kota Jambi. Bagaimana kisahnya?
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Siti Fatimah menjalankan usaha kuliner di kantin sekolah dasar. Usahanya berkembang berkat sokongan modal melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). dari BRI Bagaimana kisahnya?
TRIBUNJAMBI.COM - Ketika bel istirahat berbunyi, para siswa berduyun-duyun menghampiri dagangan yang dijajakan Siti Fatimah di SDN 124 Kota Jambi. Ada banyak menu yang dia tawarkan di sana, yang bisa siswa-siswi pilih.
Selain makanan ringan, ada juga menu lain yang mengenyangkan. Ada tekwan, pempek, dan beraneka makanan berat lainnya.
"Kami di sini jual aneka kuliner, jajanan untuk anak sekolah, seperti sosis, nuget, cilok, di SD ini," kata Siti, tempo hari.
Sudah sekitar lima tahun Siti Fatimah menjalankan usaha ini. Usahanya terus berkembang dan mendapat dukungan orang-orang di sekitarnya.
Awalnya, dia adalah seorang ibu rumah tangga yang fokus di rumah. Namun, dia juga ingin menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan kewajibannya mengurus rumah tangga bersama suaminya.
Terinspirasi dari orang tuanya yang membuka usaha dagang kuliner, Siti memberanikan diri untuk berwirausaha. Memanfaatkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari BRI, dia mendapat modal untuk menjalankan usahanya.
KUR sendiri merupakan program yang diprioritaskan untuk mendukung UMKM. Pencairan yang mudah dan angsuran yang ringan membantunya mengembangkan UMKM yang dia jalankan.
Siti pun membuka lapak dagangannya di kantin sekolah. Pada hari-hari biasa, dia akan buka sekitar pukul 7 pagi hingga 11 siang. Tidak lama, tapi kehadirannya dirasakan para siswa yang ingin jajan di sana.
Soal omzet, Siti tak merincikannya. Namun ratusan anak berbelanja tiap hari ketika dia menjajakan dagangannya di kantin sekolah itu.
Ingin Usaha Lebih Maju

Seperti pelaku usaha pada umumnya, Siti Fatimah juga ingin mengembangkan usahanya. Setelah menjalankan usaha selama lima tahun, dia ingin usahanya lebih maju.
"Harapan ke depannya, tetap berlanjut dan semakin besar usahanya," kata Siti.
Dana pinjaman dari KUR sangat membantunya dalam mengembangkan usaha kuliner tersebut. Dia berharap, ke depannya dapat menambah aneka menu lain yang disukai anak-anak.
BRI Bantu Permodalan
Terpisah, Pemimpin Cabang BRI Kanca Jambi, Tomy Irawan mengatakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat membantu pelaku UMKM dalam permodalan usahanya. Dana yang mereka kucurkan bahkan bisa mencapai Rp100 juta.
"Sekarang bisa sampai Rp100 juta tanpa agunan," kata dia beberapa waktu lalu.
Kucuran dana untuk membantu modal UMKM ini diberikan secara bertahap berdasarkan volume usaha. Bila usaha yang nasabah jalankan sudah berjalan dan settle namun masih kurang modal, pihaknya bisa memberikan dana KUR sampai dengan Rp100 juta.
Baca juga: Makin Lengkap! BRImo Hadirkan Fitur Investasi Emas
Baca juga: Dorong Pembayaran Digital BRI Muara Bulian Luncurkan Program Pasar Ramadhan
Baca berita tribunjambi.com lainnya di Google News
Ke Mana Dwi Hartono dan Istri Setahun Terakhir, Misteri Jejak Pengusaha Asal Tebo Terungkap |
![]() |
---|
Siapa Eras Mantan Atlet Kickboxing Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Warga Tebo Kecewa kepada Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih |
![]() |
---|
Dwi Hartono Terduga Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN Pernah Mau Maju jadi Bupati Tebo |
![]() |
---|
Mantan Kabareskrim Bocorkan Motif Dwi Hartono Orang Kaya di Rimbo Bujang Tebo Bunuh Kacab Bank BUMN |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.