Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Opini

Era Baru Kepemimpinan Golkar Bersama Jokowi dan Bahlil

SEJAK lebih setahun lalu, sudah ada desakan pergantian kepemimpinan Partai Golkar (PG) karena rendahnya elektabilitas Airlangga Hartarto. Padahal, Rap

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @bahlillahadalia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. 

Era Baru Kepemimpinan Golkar Bersama Jokowi dan Bahlil

Oleh Antony Z. Abidin

 

SEJAK lebih setahun lalu, sudah ada desakan pergantian kepemimpinan Partai Golkar (PG) karena rendahnya elektabilitas Airlangga Hartarto. Padahal, Rapim dan Munas sudah memutuskan Ketua Umum PG itu diusung menjadi calon presiden dari PG.

Lebih dari itu, sebagai partai yang pernah berkuasa selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru, bagi kader partai berlambang beringin rindang ini, menjadi “the rulling party” adalah suatu keniscayaan. 

Pernah dibuktikan dengan menjadi pemenang pemilu seperti yang pernah dicapai tahun 2004. Kursi Golkar tertinggi, 128. PDIP hanya 109.

Sayangnya, Wiranto yang ditetapkan melalui konvensi partai kalah. Maka kemenangan ketika itu terasa hampa belaka. 

Diharapkan, tahun 2024, kemenangan tersebut dapat ditebus. Memperoleh kursi terbanyak dan kader Golkar terpilih menjadi Presiden RI ke-8.

Hal yang sama berulang setelah dua dekade kemudian. Harapan menggebu-gebu untuk menjadi pemenang pemilu dan kembali menjadi “the rulling party” pupus ketika Airlangga gagal menjadi calon presiden dan bahkan calon wapres. 

Baca juga: Jelang Munas Golkar, Bahlil Lahadalia Disebut Paling Potensial Jadi Ketum

Baca juga: Rapimnas dan Munas Golkar, Pendaftaran Bakal Calon Ketum Dibuka Nanti Sore

Memang kursi bertambah menjadi 17, menjadi 102. Namun di bawah PDIP sebesar 110 yang sebelumnya 128 kursi.

Ketua Dewan Penasehat PG Luhut Binsar Pandjaitan pernah membantah menggerakkan atau mendalangi gerakan pergantian kepemimpinan medio 2023 lalu. Namun, “Luhut mengaku tidak menolak menjadi ketua umum jika kader Golkar ramai-ramai mendorongnya” (kompas.com, 21/7/2023).

Ketika itu, setahun yang lalu, Bahlil secara terbuka siap untuk maju menjadi Ketua Umum Golkar

“Semua kader Golkar mempunyai tangungjawab memberikan kontribusi untuk partai, termasuk saya. Sebagai kader Golkar ketika melihat partainya membutuhkan uluran tangan kader yang merasa bertanggung jawab, saya siap tetapi melalui mekanisme yang jelas, sesuai dengan aturan organiasi,” kata Bahlil di depan sejumlah pemimpin redaksi (Detiknews, 23/7/2023).

Mekanisme itu sedang berlangsung sekarang. Seminggu lalu, Airlangga mengundurkan diri. Rapat Pleno PG sudah menetapkan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Plt Ketua Umum, dan Rapim serta Munas disepakati tanggal 20 Agustus 2024.

Agus Gumiwang tegas-tegas menolak dicalonkan menjadi ketua umum ketika ditanya wartawan pada konferensi pers setelah rapat pleno 13 Agustus lalu. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved