Ayah di Kendari Berulang Kali Rudapaksa Anak Kandung, Padahal Punya 2 Istri
Perbuatan bejat dilakukan seorang ayah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap anak kandungnya sendiri.
TRIBUNJAMBI.COM - Perbuatan bejat dilakukan seorang ayah di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap anak kandungnya sendiri.
Meski telah memiliki dua orang istri, pria berinisial DS (41) tersebut masih tega merudapaksa anak gadisnya TDR (14) berulang kali saat kondisi rumah sedang sepi.
Hingga akhirnya kasus rudapaksa ayah terhadap anak kandung inipun terungkap pada Jumat (15/3/2024).
"Tersangka rudapaksa anaknya sudah berulangkali, sejak Agustus tahun 2023 hingga bulan Februari kemarin sebelum pelaku tertangkap," kata Kapolsek Poasia, AKP Jumiran mengutip Tribunsultra.com
Diungkapkannya, sosok pelaku diamankan jajaran Polsek Poasia di rumah istri tersangka yang lain di Kecamatan Poasia.
"Pada saat laporan itu masuk, Senin (11/3/2024) malam, saat itu juga pelaku ditangkap yang sedang berada di rumah istri keduanya," beber AKP Jumiran.
Baca juga: Tembok Tetangga Roboh Menimpa Satu Keluarga yang Sedang Tertidur di Jakarta Selatan
Baca juga: Presiden Jokowi Disebut Ingin Melanggengkan Kekuasaannya, Ditandai dari Langkah Politiknya
Saat ini, pelaku sudah berada di Mako Polsek Poasia guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dipengaruhi Miras
Sosok tersangka berinisial DS (41) melakukan aksi bejatnya sejak bulan Agustus 2023 sampai bulan Februari 2024.
Tersangka melakukan aksi bejat terhadap anaknya dalam pengaruh minuman keras (miras).
"Jadi tersangka merudapaksa anaknya setelah mengonsumsi miras dan di dalam rumah sedang sepi," jelas Kapolsek Poasia, AKP Jumiran, Jumat (15/3/2024).
Setelah melakukan aksinya, tersangka selalu mengancam sang anak agar tidak memberitahukan hal tersebut kepada ibunya.
"Selesai melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam korban dengan berkata, 'jangan bilang sama mama', sehingga korban hanya pasrah," ungkap Jumiran.
Usai berulangkali dirudapaksa sang ayah, korban mengadukan hal tersebut kepada sepupunya.
"Ketahuan ini, awalnya korban cerita kejadian pertama kali kepada sepupunya, jadi sepupunya langsung cerita kepada orangtua korban," beber AKP Jumiran.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.