Buka FGD MRI, Wabup Tanjabbar Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko
Wabub Tanjabbar Hairan, menghadiri dan membuka acara FGD Penyusunan dan Evaluasi Manajemen Risiko Indeks (MRI) serta Rencana Tindak Pengendalian.
Penulis: Sopianto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM KUALA TUNGKAL-
Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Hairan, menghadiri dan membuka acara Forum Grup Diskusi (FGD) Penyusunan dan Evaluasi Manajemen Risiko Indeks (MRI) serta Rencana Tindak Pengendalian (RTP) di Golden Harvest Hotel Kota Jambi, Jumat (1/3/2024).
Acara yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Tanjabbar bekerja sama dengan Perwakilan BPKP Provinsi Jambi tersebut juga dihadiri oleh Pj Sekda Tanjabbar, Dahlan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi/ diwakili, serta diikuti oleh para kepala OPD, para Sekretaris/Kasubbag Perencanaan, dan para operator se-Kabupaten Tanjabbar.
Dalam sambutan Wakil Bupati Hairan menekankan pentingnya manajemen risiko bagi sebuah organisasi serta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan secara ringkas bahwa manajemen risiko terdiri dari empat kegiatan utama mengidentifikasi risiko, mengukur dampak dan frekuensinya, memitigasi risiko, dan memantau pengendalian risiko.
"Manajemen risiko ini sangat penting dan strategis sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kita selaku pemerintah daerah untuk mengantisipasi risiko dan meminimalkan dampaknya," ungkapnya.
Hairan meminta kepada seluruh peserta FGD manajemen risiko Indeks agar terus mempelajari dan mengacu pada Peraturan Bupati Tanjung Jabung Barat Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pedoman Pengelolaan Risiko Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Tanjabbar, Istiqalia menjelaskan bahwa tujuan dari FGD ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para petugas dalam menyusun manajemen risiko serta rencana tindak pengendalian pada OPD tahun 2024, dengan hasil berupa dokumen risk register dan RTP yang terstruktur.
"FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko, menyediakan informasi risiko, dan meminimalkan kerugian akibat risiko yang mungkin terjadi di perangkat daerah maupun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,"kata Istiqalia.
Acara FGD berlangsung selama tiga hari dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi Inspektorat serta OPD dalam mengelola risiko-risiko pemerintahan dan pembangunan.
Baca juga: Sejumlah Kepala Desa di Tanjabbar Nyatakan Sikap Soal Konflik PT DAS
Baca juga: Ini Nama-nama Caleg yang Diprediksi Duduki Kursi DPRD Tanjabbar
Baca juga: Terkendala Biaya, Bayi Kembar Siam Asal Tanjabbar Belum di Rujuk ke Jakarta
| Harga Pertamax Naik, Ojol Belum Nikmati Potongan Aplikator 8 Persen, Pengamat: Picu Kemarahan |
|
|---|
| Cegah Karhutla, Empat Kecamatan Rawan di Muaro Jambi Diguyur Hujan Buatan |
|
|---|
| Beredar Isu Jual Beli Jabatan Kepsek di Merangin Pascapelantikan 237 Kepala Sekolah |
|
|---|
| Razia Rutin Lapas Muara Bulian, Petugas Sita Sendok, Alat Cukur, dan Botol |
|
|---|
| Karhutla di Jambi Capai 122 Hektare, BPBD Modifikasi Cuaca Mulai 12 Juni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Wabub-Tanjabbar-Hairan-FGD.jpg)