Berita Jambi
Karhutla di Jambi Capai 122 Hektare, BPBD Modifikasi Cuaca Mulai 12 Juni
BPBD Provinsi Jambi mencatat 122 hektare lahan terbakar sejak Januari 2026 dan akan melanjutkan Modifikasi Cuaca untuk menekan risiko karhutla.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas lahan yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai sekitar 122 hektare sejak Januari 2026.
Luas lahan yang terbakar tersebut tersebar di sejumlah kabupaten yang selama ini masuk kategori rawan karhutla di Provinsi Jambi.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Jambi memerintahkan BPBD Provinsi Jambi untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah mitigasi menghadapi musim kemarau.
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan operasi tersebut direncanakan berlangsung mulai 12 Juni 2026.
“Karena pada 13 hingga 14 Juni nanti, kalau memang masih ada bibit siklon yang memungkinkan dilakukan OMC, Pak Gubernur meminta agar OMC dilaksanakan. Tetapi kalau tidak ada, artinya tim pasukan darat sudah harus masuk. Artinya bibit itu sudah tidak ada, sehingga OMC tidak bisa dilakukan,” katanya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC sebelumnya telah dilakukan oleh PT Wira Karya Sakti (WKS) sebanyak sekitar 20 kali, terhitung sejak 16 Mei hingga 6 Juni 2026.
Saat ini, operasi tersebut dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 12 Juni mendatang.
“Sekarang ini OMC dulu. Setelah berakhir pada Sabtu kemarin, dilanjutkan oleh BNPB sampai tanggal 12 Juni. Tujuannya untuk membasahi seluruh wilayah Provinsi Jambi, baik lahan mineral maupun gambut. Namun, prioritas utamanya adalah wilayah gambut,” jelasnya.
Bachyuni menuturkan, dalam upaya penanggulangan karhutla, BNPB juga telah membantu penyediaan dua unit helikopter, yakni helikopter patroli jenis Bell dan helikopter water bombing jenis Kamov.
Menurutnya, helikopter Kamov memiliki kapasitas angkut air sekitar 4,5 hingga 5 ton dalam sekali operasi pemadaman.
“Helikopter Kamov untuk water bombing itu mampu mengangkut sekitar 4,5 sampai 5 ton air. Saat ini sudah berada di Jambi dan siap dioperasikan,” tuturnya.
Ia menerangkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Provinsi Jambi diperkirakan akan semakin panas dalam beberapa waktu ke depan seiring masuknya periode musim kemarau dan pengaruh El Nino.
Saat ini, Provinsi Jambi telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla. Sejumlah kabupaten juga telah mengambil langkah serupa guna memperkuat koordinasi penanganan di lapangan.
“Laporan yang saya terima hari ini, di antaranya Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat. Ada beberapa daerah lainnya juga. Hampir semua daerah rawan sudah diarahkan oleh Bapak Gubernur untuk menaikkan status siaga, kecuali Sungai Penuh, Kerinci, dan Kota Jambi, sehingga nantinya penanganan bisa dilakukan dalam satu komando,” terangnya.
(Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Jambi Siaga Karhutla, Al Haris Sebut 122 Hektare Lahan Terbakar Sejak Januari 2026
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
karhutla
kemarau
El Nino
Tribunjambi.com
modifikasi cuaca
Bachyuni Deliansyah
| Wagub Sani Resmikan Jambi Memories Community, Wadah Pensiunan Aktif dan Produktif |
|
|---|
| Wisuda STITEKNAS Jambi, Wagub Sani Dorong Sarjana Jadi Motor Transformasi Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Usai Berdamai, Korban dan Oknum TNI Sepakat Cabut Laporan di Polres dan Denpom |
|
|---|
| Rabu Berkah TP PKK Jambi, Warga Terima Sarapan Bergizi dan Edukasi Bermanfaat |
|
|---|
| Skenario Kepulangan Haji Jambi, Larangan Jemput di Asrama Agar Tidak Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260408-Ilustrasi-petugas-padamkan-karhutla-di-wilayah-Provinsi-Jambi.jpg)