Pilpres 2024

Politikus Gerindra Sebut Pemilu 2024 Jauh Lebih Baik, Politisi PDIP: Paling Berengsek dalam Sejarah

Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menilai bahwa Pemilu 2024 adalah "pemilu paling berengsek" sepanjang sejarah.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kolase Tribun Jambi/Ist
Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menilai bahwa Pemilu 2024 adalah "pemilu paling berengsek" sepanjang sejarah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Politikus PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menilai bahwa Pemilu 2024 adalah "pemilu paling berengsek" sepanjang sejarah.

Hal tersebut disampaikan Deddy menanggapi politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade yang menyebut Pemilu kali ini berlangsung "jauh lebih baik."

Andre Rosiade menilai Pemilu 2024 berlangsung "jauh lebih baik" dibanding sebelumnya dengan menyinggung apresiasi dari pemantau asing terhadap pelaksanaan pesta demokrasi di tanah air.

Hal tersebut disampaikan Andre mengenai wacana hak angket DPR yang disinyalir akan digulirkan koalisi Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.

Menurutnya, hak angket tidak perlu digulirkan di DPR.

"Soal perlu tidaknya hak angket, kami jelas, Partai Gerindra menyatakan tidak perlu. Karena apa? Karena pemilu kita jauh lebih baik dari sebelumnya, dan kita lihat bagaimana pemantau asing dan negara-negara lain mengapresaisi," kata Andre dalam program "Kompas Petang" Kompas TV, Rabu (21/2/2024).

Andre pun menyarankan parpol di parlemen tidak menggunakan hak angket terkait pelaksanaan pemilu. Ia menyebut persoalan terkait pemilu bisa dibahas dalam rapat kerja Komisi II DPR dengan memanggil KPU dan Bawaslu.

Sebaliknya, Deddy menilai Pemilu 2024 sebagai pemilu paling "berengsek" sepanjang sejarah Indonesia. Ia pun menegaskan wacana hak angket bukan soal hasil pemilu, tetapi tentang integritas Pemilu 2024.

Baca juga: Kronologi Saksi Prabowo-Gibran Dianiaya di Tapteng: Awalnya Kalah, Usai Hitung Ulang Jadi Menang

Baca juga: Eks Ketua MK Jimly Nilai Hak Angket Cuma Gertakan: Kalau Tak Mau Ucap Selamat, Jangan Manas-Manasin

Baca juga: Pengamat Politik Sebut AHY Masuk Kabinet Lantaran Jokowi Butuh Demokrat Agar Akhir yang Soft Landing

"Kalau dibiliang ini pemilu paling bagus, ini pemilu paling berengsek dalam sejarah. Saya punya banyak buktinya." kata Deddy.

"Kenapa saya katakan paling berengsek? Baru kali ini pemilu untuk milih presiden itu bayar 300 ribu. Dan saya punya banyak orang yag bersedia testimoni soal itu, bagaimana suara Ganjar di dapil saya yang survei dua hari sebelumnya 48 persen gembos jadi 4 persen. Itu masyarakat satu kampung dapat 300 ribu. Itu fakta yang terjadi di lapangan."

Deddy pun merujuk berbagai pemberitaan mengenai intervensi kekuasaan dan kerusakan demokrasi selama proses Pemilu 2024.

Dia menyoroti soal cawe-cawe Presiden RI Joko Widodo dan dugaan pengerahan aparat negara untuk mengintervensi proses kepemiluan.

Deddy menambahkan, partainya akan serius dalam wacana hak angket DPR.

Menurutnya, hak angket DPR bukan mempersoalkan hasil Pemilu 2024, melainkan mengenai integritas pemilu dan aksi-aksi instrumen negara dan lembaga penyelenggaraan pemilu.

"Sekali lagi, (hak angket) ini bukan soal hasil pemulu, karena pemilunya saja sejak awal sudah bobrok, ngapain kita persoalkan hasilnya? Hasilnya ya biarkan lah, DPR perlu menjaga marwah pemilu ini," katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved