Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 17 Februari 2024 - Hidup sebagai Seorang Utusan

Bacaan ayat: 1 Petrus 1:1-2 (TB) Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Pdt Feri Nugroho, S.Th, GKSBS Palembang Siloam 

Renungan Harian Kristen 17 Februari 2024 - Hidup sebagai Seorang Utusan

Bacaan ayat: 1 Petrus 1:1-2 (TB) Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Duta besar adalah pejabat diplomatik yang ditugaskan ke pemerintahan asing berdaulat, atau ke sebuah organisasi internasional, untuk bekerja sebagai pejabat mewakili negerinya.

Seorang duta besar mempunyai otoritas yang setara dengan negara yang diwakilinya. Seorang warga negara asing yang tinggal di suatu negara, jika berhadapan dengan persoalan akan mendatangi kedutaan.

Maka ia akan mendapatkan perlindungan penuh dari duta besar. Siapapun yang ditempatkan sebagai duta besar, akan dihormati keberadaannya yang setara dengan negara yang diwakilinya. Dalam bahasa yang berbeda, Petrus menyebut dirinya sebagai rasul.

Kata 'rasul' berasal dari Bahasa Arab yang berarti 'utusan'. Kata ini dipadankan dengan kata 'apostolos' dalam Bahasa Yunani yang bearti 'utusan Allah'.

Dalam hal ini, Petrus menyebut dirinya sebagai rasul Yesus Kristus.

Ketika ia menyapa jemaat-jemaat yang tersebar dibeberapa daerah, ia membawa wibawa Yesus Kristus yang memberikan mandat kepadanya sebagai seorang utusan.

Penyebutan rasul berimplikasi pada cara pandang Petrus, baik memandang dirinya sendiri maupun cara pandangnya terhadap Yesus Kristus.

Terhadap dirinya sendiri, Petrus sadar sesadar-sadarnya bahwa ia hanya seorang utusan. Ia tidak akan menempatkan dirinya lebih tinggi dari yang mengutus.

Fokus berita baik yang disampaikan adalah Yesus Kristus; bukan dirinya sendiri.

Hal ini penting agar menjauhkan dirinya dari sikap sombong yang mungkin menggoda; atau membuatnya semakin percaya diri dalam memberitakan kabar baik sebab ada pengutus yang lebih berkuasa dari dirinya.

Dengan menyatakan diri sebagai rasul Yesus Kristus, Petrus sedang membawa orang banyak pada Dia.

Apapun yang ia sampikan adalah dari Dia, yang mengutusnya. Mengacu pada amanat Yesus untuk pergi dan menjadikan semua bangsa murid-Nya, nampaknya bisa kita pahami bahwa setiap kita adalah seorang rasul dalam makna utusan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved