LIPUTAN KHUSUS

Kepala Seperti Ular Kobra, Harga Ikan Chana Puluhan Ribu hingga Jutaan Rupiah

Ikan yang kepalanya mirip ular ini masih cukup digemari kolektor, hingga penangkapannya di alam liar menjadi mata pencaharian masyarakat

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI
Tribun Jambi Edisi Jumat, 9 Februari 2024 

Namun, Tedjo mengatakan ikan Channa bukan merupakan hewan yang dilindungi, jadi masih bebas untuk ditangkap di alam liar.

"Status Channa ini masih 'sedikit diperhatikan', belum sampai dilindungi," ujarnya

"Namun, jika terjadi penangkapan dalam jumlah yang besar dan masif, bukan tidak mungkin statusnya dinaikkan," lanjut Tedjo.

Sejak Covid-19

Komunitas pecinta ikan hias Channa cukup banyak di Jambi. Hardiansyah, kolektor ikan hias, mengatakan komunitas itu sudah ada di setiap kabupaten di Provinsi Jambi. Bahkan di Kota Jambi ada delapan komunitas.

"Komunitasnya cukup banyak ya, hingga ke kabupaten," ujarnya Selasa (6/2).

Dia mengatakan kini popularitas ikan hias Channa memang sudah sedikit menurun ketimbang beberapa tahun yang lalu.

Namun, masih banyak yang memelihara. "Channa ini boming saat pandemi Covid-19 lalu, sekarang memang agak sedikit menurun," ujarnya.

Meski tidak se-hits dahulu, kontes ikan Channa masih digelar sampai kini.

"Kalau untuk kontes sudah sering sekali ya, dalam waktu dekat ini akan di adakan di Lippo Mal," lanjutnya.

Belum Bisa Dibudidayakan

Iktiolog yang juga Dosen Universitas Jambi, Dr Tedjo Sukmono, mengatakan Channa atau snakehead emperor, atau yang dikenal dengan sebutan ikan gabus hias, masuk dalam famili Channidae.

Ciri kepalanya seperti ular, bahkan ada yang seperti ular kobra,

Famili Channidae atau keluarga Channa yang paling besar adalah toman, yang beratnya bisa mencapai 6-9 kilogram per ekor.

Kalau Channa hias, panjangnya bisa sampai 50 sentimeter.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved