Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pemerintahan

Polindes Pematang Pulai Belum Dihuni Tapi Keramiknya Sudah Pecah

Rehab Polindes dengan anggaran Rp 120 juta itu belum dihuni oleh bidan yang menempati namun lantai keramiknya sudah banyak yang pecah.

Tayang:
Penulis: Muzakkir | Editor: Hendri Dunan
Tribunjambi.com/Muzakkir
Pondok Bersalin Desa (Polindes) Pematang Pulai Kecamatan Sekernan Kabupaten Muaro Jambi, baru selesai direhap, namun keramik sudah pecah padahal belum difungsikan 


TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Keramik lantai Pondok Bersalin Desa (Polindes) Pematang Pulai, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi sudah ada yang pecah padahal belum digunakan. Kerusakan itu menjadi perhatian karena Polindes tersebut baru saja mendapatkan rehab gedung.

Rehab Polindes itu merupakan proyek dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2023 lalu dengan nominal sekitar Rp 120 juta. Ada beberapa item yang dikerjakan, di antaranya atap beserta dak, keramik lantai, toilet, tralis, cet luar dalam dan sebagainya.

Pantauan di lapangan, rehab gedung yang menghabiskan dana Rp 120 juta itu cukup memprihatinkan. Belum dihuni oleh bidan yang menempati itu, lantai keramiknya sudah banyak yang pecah. Selain itu, keramiknya juga banyak yang tidak simetris.

Tralis yang terpasang di pintu samping dan belakang tidak simetris sehingga ketika tralis ditutup, hanya bagian atas yang menyantol di kusen pintu.

"Ini sangat tidak masuk akal. Dana sebesar itu cuman bisa ngerjakan beberapa item saja," kata Iwan, warga masyarakat.

Kejanggalan lainnya juga dirasakan oleh Iwan, dimana proses pengerjaan tidak pernah berkoordinasi dengan yang hendak menghuni Polindes tersebut.

"Dia langsung kerja. Pekerjaan juga tidak ada papan merk. Siapa pemborongnya tidak tau, berapa dananya juga tidak tau. Kabarnya Rp 120 juta. Ini proyek boleh dikatakan proyek misterius, setelah jadi, rupanya amburadul seperti ini," katanya.

"Gagang pintu yang sebelumnya patah tidak digantinya, tidak ada tempat instalasi listrik. Pokoknya kacau," sambungnya.

Selama tukang mengerjakan bangunan itu, dirinya pernah berkomunikasi dengan pemborong ataupun perwakilan pemborong, namun sambutannya tidak mengenakkan.

"Rencana saya akan lapor ke penegak hukum," tegasnya.

Kadinkes : Itu Sudah Bagus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Afifuddin ketika dikonfirmasi menyebut jika dirinya belum mendapatkan informasi terkait hal itu.

"Harus di cek dulu ke lapangan," kata Afifuddin.

Afifuddin sendiri mengatakan jika pembangunan sudah bagus, apalagi hanya menghabiskan dana Rp 90 juta.

"Sudahlah, itukan proyek kecil. Hanya Rp 90 juta. Itu sudah bagus, sudah di cet luar dalam," katanya. 

 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved