Sabtu, 6 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ekonomi

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh Pada Kuartal IV-2023

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 diperkirakan meningkat bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal III-2023.

Tayang:
Editor: Hendri Dunan
tribunjambi/musawira
Kegiatan aktifitas jual beli di pasar Pasar Angso Duo, Kota Jambi 


TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 diperkirakan meningkat bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal III-2023.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menghitung, pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2023 diperkirakan sebesar 5,02 persen yoy atau meningkat dari 4,94 % yoy pada kuartal sebelumnya.

"Konsumsi rumah tangga dan investasi masih memiliki kontribusi terbesar bila dibandingkan dengan komponen lainnya,” tutur Josua, Jumat (2/2).

Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,12 % yoy, naik dari pertumbuhan 5,06 % yoy pada kuartal sebelumnya.

Josua melihat, konsumsi rumah tangga cenderung solid, terutama karena bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Peningkatan konsumsi rumah tangga juga terlihat dari berbagai indikator dini, seperti peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Nilai Tukar Petani (NTP) yang meningkat, juga pertumbuhan penjualan mobil baik grosir maupun ritel.

Sedangkan komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan tumbuh 7,07 % yoy atau naik dari pertumbuhan 5,77 % yoy pada kuartal sebelumnya.

Peningkatan laju investasi didorong oleh investasi bangunan, yang terindikasi dari peningkatan pertumbuhan penjualan semen sebesar 15,3 % yoy atau naik dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 6,8 % yoy.

Sementara itu, investasi non-bangunan diperkirakan cenderung melambat, dengan terindikasi oleh penjualan alat berat pada kuartal IV-2023 yang turun 36,9 % yoy atau lebih dalam dari penurunan 14,2 % yoy pada kuartal sebelumnya.

“Penurunan laju penjualan alat berat dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas terutama batu bara di tengah perlambatan ekonomi global pada tahun ini,” tambah Josua.

Meskipun demikian, investasi non-bangunan masih solid, terindikasi dari peningkatan laju impor barang modal pada kuartal IV-2023 yang tercatat 4,2 % yoy, naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 0,9 % yoy.

Komponen belanja pemerintah pada kuartal IV-2023 diperkirakan tumbuh 2,03 % yoy, setelah pada kuartal sebelumnya tergerus 3,76 % yoy.

Peningkatan belanja pemerintah terindikasi dari peningkatan penyerapan belanja modal sehingga tumbuh 34,4 % yoy, naik dari pertumbuhan kuartal sebelumnya 31 % yoy. Belanja barang juga meningkat 11,1 % yoy, setelah pada kuartal sebelumnya turun 17,3 % yoy.

Sedangkan belanja bansos pada kuartal IV-2023 naik 15,4 % yoy, setelah pada kuartal sebelumnya turun 31,1 % yoy.

Sebaliknya, ekspor dan impor berpotensi mengalami penurunan pada kuartal IV-2023, yang disebabkan oleh kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global.

"Ekspor diperkirakan turun 1,25 % yoy, karena situasi tersebut telah menyebabkan penurunan volume perdagangan global dan penyempitan surplus perdagangan Indonesia,” tandas Josua.

Akselerasi Belanja Memberi Bantalan

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2023 sebesar 5,00 % yoy, atau naik tipis dari 4,94 % yoy pada ikartal III-2023.

Andry mengungkapkan, salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun lalu adalah peningkatan konsumsi rumah tangga karena pola musiman.

“Konsumsi rumah tangga lebih tinggi selama ada libur Natal dan Tahun Baru,” terang Andry, Jumat (2/2).

Peningkatan belanja masyarakat juga terlihat dari data Mandiri Spending Index (MSI) di kuartal IV-2023 yang sebesar 199,1, atau naik dari 165,8 pada kuartal III-2023.

Andry juga yakin belanja pemerintah akan membaik pada akhir tahun, seiring dengan belanja pegawai yang naik 1,8 % yoy, setelah mencatat penurunan 8,6 % yoy pada kuartal sebelumnya.

“Akselerasi belanja akan memberi bantalan lebih lanjut terhadap perekonomian,” tambah Andry.

Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga diyakini solid, ditopang oleh peningkatan belanja pemerintah terkait penyelesaian proyek infrastruktur.

Sedangkan kinerja ekspor pada kuartal IV-2023 diperkirakan akan menurun, tetapi membaik bila dibandingkan dengan penurunan yang terjadi pada kuartal III-2023.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved