Ibu Negara Korea Selatan Terlibat Skandal Tas Mewah

Dugaan skandal tas mewah yang menjerat ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee. Dugaan ini melibatkan seorang pendeta yang menyarankan unifikasi atau

Editor: Suci Rahayu PK
AFP
Ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee dan Ratu Camilla dalam kunjungan di London. 

Ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee terjerat skandal tas mewah

TRIBUNJAMBI.COM - Dugaan skandal tas mewah yang menjerat ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee.

Dugaan ini melibatkan seorang pendeta yang menyarankan unifikasi atau penyatuan dengan Korea Utara.

Skandal ini bermula saat pendeta Korea-Amerika, Choi Jae-Young dan istri Presiden Korea Selatan Kim Keon Hee bertemu pada 2022, seperti dikutip dari The Guardian.

Pendeta Choi punya kedekatan dengan Korea Utara, dia beberaoa kali mengunjungi Korut untuk melakukan doa di beberapa gereja yang dikelola negara di Pyongyang, Korea Utara,

Karena ingin melakukan penyatuan Korea Utara dan Korea selatan, Choi akhirnya mendekati Ibu Negara Kim dan melakukan pertemuan tatap muka pertama kali pada tahun 2022.

Pertemuan ini dilakukan setelah Yoon Suk Yeol dilantik menjadi presiden.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Senin 29 Januari 2024, Berikut Daftar Emas Antam, UBS dan Galeri 24

Baca juga: Dugaan Kecurangan Rekrutmen PPPK Kerinci Jambi, Dugaan Manipulasi Data hingga Suap Pansel

Selama pertemuan ini, Choi mengeklaim telah mendengar percakapan telepon Kim yang menyinggung urusan sensitif negara.

Ia kemudian memutuskan untuk merekam pertemuan berikutnya secara diam-diam menggunakan kamera mata-mata yang disembunyikan di dalam jam tangan.

Pertemuan kedua Choi dengan ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, dia menghadiahinya dengan tas Dior senilai Rp 35 juta.

Tas dan kamera tersembunyi tersebut difasilitasi situs berita berhaluan kiri Voice of Seoul yang terkenal dengan penolakan kerasnya terhadap pemerintahan Yoon.

Voice of Seoul merilis video tersebut pada akhir November 20223. Ibu negara terlihat sedang berdiskusi dengan Choi yang sedang membawa hadiah.

“Mengapa kamu terus membeli barang-barang mewah seperti itu? Tolong jangan membeli barang mahal seperti itu,” ujar Choi kepada Kim, dilansir dari The Guardian.

Meski penyerahan tas Dior kepada Kim tidak terlihat, tas tersebut tetap diletakkan di atas meja di hadapannya.

Skandal ini muncul beberapa bulan sebelum pemilihan Presiden Korea Selatan.

Sayangnya, skandal pemberian tas mewah semacam ini tidak memiliki hukuman yang jelas di Korea Selatan, meskipun sudah ada Undang-Undang yang mengaturkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved