Pilpres 2024

Anies Kritik Program Prabowo-Gibran: Makan Siang & Susu Gratis Anak Sekolah Tak Bisa Atasi Stunting

Calon presdien nomor urut 1, Anies Baswedan mengkritik program makan siang dan susu gratis milik Prabowo-Gibran.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Calon presdien nomor urut 1, Anies Baswedan mengkritik program makan siang dan susu gratis milik Prabowo-Gibran. 

TRIBUNJAMBI.COM - Calon presdien nomor urut 1, Anies Baswedan mengkritik program makan siang dan susu gratis milik Prabowo-Gibran.

Menurutnya, program yang diberikan kepada anak sekolah tersebut tidak bisa mengatasi stunting.

Stunting menurut Anies, tidak bisa diatasi pada anak yang berada dalam usia sekolah.

Pandangannya itu disampaikan Anies Baswedan di acara "Desak Anies" bersama tenaga kesehatan di Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa stunting dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak seumur hidup.

"Penanganannya (stunting) tidak bisa di masa sekolah. Jadi, nggak cukup dikasih makan siang, sudah terlambat. Nggak cukup," kata Anies, Kamis (18/1).

Menurutnya, untuk mengatasi stunting, ibu hamil harus diberi pemenuhan nutrisi.

Baca juga: Politisi Demokrat Tak Sepakat Anies-Muhaimin Revisi UU KPK: Harus Beradaptasi dengan Zaman

Baca juga: Tim Hukum AMIN Dampingi Warga Laporkan Dugaan Pelanggaran APK Prabowo-Gibran di Puskud Jambi

Baca juga: Jadwal Kampanye Akbar Capres Cawapres di 38 Provinsi hingga Daftar Zonasi Kampanye

Anies Baswedan pun menekankan intervensi sejak dini atau di 1.000 hari pertama usia anak.

Selain soal makanan, Anies juga mengatakan imunisasi tuntas dan pola asuh yang tepat dapat mencegah prevalensi stunting.

Politikus berusia 54 tahun itu juga menyampaikan bahwa ibu hamil harus diperhatikan sebab mereka lah yang mengandung calon pemimpin bangsa Indonesia.

Anies menyebut nutrisi bagi anak-anak tidak harus melalui susu, bisa juga dengan sumber pangan dari laut.

Menurutnya, banyak anak mengalami intoleransi laktosa sehingga pemberian susu tidak tepat.

"Kalau (hanya) dari susu, nanti pabrik-pabrik susu yang akan hidup dari proyek ini. Tetapi kalau kita dorong (makan) ikan, maka kita akan dapat ikan itu di semua tempat dengan mudah. Di danau dapat, di laut dapat, dan harganya terjangkau, aksesnya mudah," kata Anies dikutip Antara.

Kata Anies, apabila anak-anak Indonesia dibiasakan sejak awal untuk mengonsumsi makanan sehat yang diproduksi dalam negeri, maka ke depan akan terlatih untuk tidak menjadi konsumen impor.

Baca juga: Ketua TKD Penuhi Panggilan Bawaslu Terkait Makan Siang di Rumah Dinas Bupati

Lebih lanjut, Anies menyampaikan bahwa harus ada kebijakan dari pemerintah pusat mengenai panduan pelayanan kesehatan ibu hamil dan anak usia dini yang dapat dikelola di daerah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved