Gunung Marapi Erupsi

Gunung Marapi Dua Kali Erupsi Hari Ini, Rabu 17 Januari 2024: Waspada Bahaya Lahar Saat Musim Hujan

Gunung Marapi di Sumatera Barat dua kali mengalami erupsi hari ini, Rabu (17/1/2023).

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Dok Pos PGA Bukittinggi
Gunung Marapi di Sumatera Barat dua kali mengalami erupsi hari ini, Rabu (17/1/2023). 

PGA Bukittinggi menyebutkan bahwa erupsi kedua ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.4 mm dan durasi sementara ini sekitar 35 detik.

TRIBUNJAMBI.COM - Gunung Marapi di Sumatera Barat dua kali mengalami erupsi hari ini, Rabu (17/1/2023).

Data itu berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi.

Erupsi pertama terjadi sekitar pukul 4.24 WIB.

Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 7.56 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati.

PGA Bukittinggi menyebutkan bahwa erupsi kedua ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29.4 mm dan durasi sementara ini sekitar 35 detik.

Sementara itu, terjadi lima kali hembusan selama periode pengamatan pukul 00.00 sampai pukul 12.00 WIB.

Kepala Pos PGA Gunung Marapi, Teguh Purnomo menyampaikan Gunung Marapi tertutup kabut.

"Asap kawah tidak teramati," katanya, Rabu (17/1/2024).

Baca juga: Gunung Marapi Kembali Erupsi, Letusan Berdurasi 54 Detik

Baca juga: Kata Pakar Siber Soal Akun Instagram Pribadi Mahfud MD Diretas: Ditargetkan

Baca juga: Mobil Muatan Sembako untuk Korban Banjir di Kota Jambi Kecelakaan, 4 Anggota Tagana Dilarikan ke RS

Disampaikannya juga terjadi kegempaan tiga kali, berupa letusan satu kali dengan amplitudo 29.4 mm dan durasi 35 detik.

Lalu gempa vulkanik dangkal satu kali dengan amplitudo 2.8 mm dengan durasi 14 detik.

Selanjutnya, gempa tektonik jauh satu kali dengan amplitudo 4.1 mm, S-P 21.5 detik, Durasi 56 detik.

"Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-2 mm (dominan 1 mm)," katanya.

Teguh mengatakan tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level III atau siaga.

Untuk itu, ia merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker
penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.

Baca juga: Gunung Marapi Erupsi, Pemkab Agam Dirikan Posko Siaga Marapi di Kawasan Batu Palano & Bukit Batabuah

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukit Tinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Marapi di Jl. Prof. Hazairin No.168 Bukit Tinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Marapi.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (17/1/2024) pagi.

Erupsi kali ini terjadi dengan letusan selama 54 detik.

Informasi terkait peristiwa tersebut berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi.

Dilansir dari TribunPadang.com, video rekaman CCTV memperlihatkan Gunung Marapi mengalami erupsi.

Dari rekaman tersebut lentusannya tampak melontarkan material dengan pijar merah yang membubung tinggi ke langit.

Baca juga: Apa Itu Pemakzulan Presiden yang Sedang Ramai Dibahas? Bagaimana Syarat, Dasar Hukum dan Prosesnya?

Terjadinya erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat itu turut dirasakan Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus.

Dia mengatakan bahwa dentuman dari erupsi gunung tersebut terdengar cukup keras.

Bahkan kata Wali Nagari bahwa dentuman itu membuatnya terbangun dari tidurnya.

“Bunyi dentumannya lumayan hingga membuat saya terbangun,” ujarnya.

Sementara berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi, erupsi terjadi sekitar pukul 04.24 WIB.

Kepala Pos PGA, Teguh Purnomo menyebutkan ketinggian kolom abu tidak teramati dari kamera pengawas Poa karena tertutup kabut.

“Letusan tecatat dengan amplitudo 32 mm e dengan durasi 54 detik,” jelasnya.

Teguh tetap mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi semua rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh Pos PGA Bukittinggi.

Sebelumnya juga terjadi erupsi di Gunung Marapi, Sumatera Barat.

Gunung tersebut mengalami erupsi pagi ini, Minggu (14/1/2024) dengan melontarkan abu hingga setinggi 1300 meter.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bagi-bagi 1500+ Akun Sultan Free Fire FF 2024 Banjir Diamond, Ada Akun Facebook hingga Google

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 47, Teks Non Fiksi

Baca juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Kota Jambi yang Menarik Dikunjungi Sore Hari

Baca juga: Tak Terima Dibayar Pakai Uang Pecahan Rp2 Ribu, Pria di Gresik Bacok Bosnya

Artikel ini diolah dari TribunPadang.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved