Berita Jambi
Angkut Batubara Lewat Jalur Sungai, Pemprov Jambi: Sopir Terdampak Diarahkan Bekerja di Perusahaan
pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan asosiasi sopir angkutan batu bara, pada 1 Januari 2024 lalu
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pertemuan Pemprov Jambi, dengan asosiasi sopir angkutan batubara serta pihak pengusaha tambang menghasilkan beberapa komitmen.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan asosiasi sopir angkutan batu bara, pada 1 Januari 2024 lalu.
"Tahap awal ini, kita kumpulkan juga dari pengusaha tambang batubara dari Sarolangun sampai Batanghari. Karena kita akan mengoptimalkan distribusi batu bara lewat jalur sungai," katanya, baru-baru ini.
Sebab di wilayah tersebut ada lima pelabuhan, yang bisa digunakan untuk mobilisasi hasil tambang batubara.
Pelabuhan yang terletak dari Kotoboyo, Jebak, Durian Luncuk, serta Tenam, bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil tambang batubara tersebut.
"Pada pertemuan tersebut, sudah ditandatangani komitmen antara pihak pelabuhan dan pengusaha. Agar, bisa terjalin kerja sama antara pengusaha dan pelabuhan, untuk mobilisasi batu bara ini," katanya.
Sementara, untuk sopir angkutan batubara yang beberapa waktu terakhir ini tidak bisa bekerja karena jalan nasional tidak boleh dilalui angkutan batubara, akan diarahkan untuk bekerja di perusahaan yang akan menggunakan jalur sungai tersebut.
Untuk itu, harus ada kontrak antara pengusaha dan asosiasi sopir batubara.
"Senin atau Selasa, perusahaan akan ada kontrak dengan dua asosiasi sopir angkutan batubara itu, sehingga sopir bisa bekerja sama dengan perusahaan yang akan menggunakan jalur sungai.”
“Setidaknya ada sekitar 31 perusahaan yang akan menggunakan jalur sungai," ujar Johansyah.
Dua asosiasi sopir angkutan batubara tersebut, sebelumnya sudah menyampaikan data para sopir angkutan batubara ke Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, dan sudah dilakukan verifikasi data.
Maka, sopir yang sudah terdata dan terverifikasi itulah nanti yang akan bekerja dengan perusahaan batubara, yang menggunakan jalur sungai tersebut.
Untuk operasional jalur darat menuju pelabuhan, Johansyah mengatakan ada Satgas Pengawasan dari Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Batanghari.
Aparat desa setempat juga akan dilibatkan untuk pengamanan, agar tidak terjadi macet.
“Arusnya nanti akan diatur, agar tidak menumpuk. Waktu operasionalnya mulai pukul 19.00 sampai 03.00 dini hari. Untuk teknisnya nanti akan kita dikoordinasikan dengan tim Satgas dan Dirlantas Polda Jambi," pungkasnya.
Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Pemprov Jambi Minta Komitmen Perusahaan untuk Optimalkan Jalur Sungai Sebagai Angkutan Batubara
Baca juga: Gubernur Jambi Minta Pengusaha Optimalkan Jalur Sungai untuk Mengangkut Batubara
Baca juga: Aksi Demo Sopir Batubara di Depan Rumah Dinas Gubernur Jambi Masih Berlangsung Hingga Malam Hari
10 Perusahaan Tambang Batu Bara Bandel di Jambi Dipanggil Komisi XII DPR RI |
![]() |
---|
Lansia Kota Jambi Tunjukkan Semangat Kemerdekaan Lewat Lomba 17-an |
![]() |
---|
Hesti Haris Tinjau Pendidikan Anak SAD di Desa Hajran Batang Hari Jambi |
![]() |
---|
Warga Tersenyum Sumringah dan Bahagia, Hesti Haris Serahkan 17 Unit Bantuan Bedah Rumah |
![]() |
---|
Hesti Haris Serahkan 50 Unit Bantuan Bedah Rumah di Kota Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.