Kecelakaan Kereta Api

Update Evakuasi KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya, 14 Gerbong Sudah Selesai Sisa 2 Lokomotif

PT KAI sudah mengevakuasi 8 unit KA Turangga dan 6 unit kereta Commuterline Bandung Raya usai mengalami kecelakaan di km 181+700 Cicalengka

Editor: Suci Rahayu PK
DJKA
Seluruh korban luka dan meninggal akibat tabrakan KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya, akan diberikan santunan oleh PT Jasa Raharja. 

TRIBUNJAMBI.COM - Update proses evakuasi KA Turangga yang bertabrakan dengan Commuter Line Bandung Raya.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan telah berhasil mengevakuasi 8 unit KA Turangga dan 6 unit kereta Commuterline Bandung Raya usai mengalami kecelakaan di km 181+700 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

VP Public Relations PT KAI Joni Martinus mengatakan saat ini masih ada 2 unit lokomotif dan 4 unit kereta yang belum dievakuasi.

“Saat ini, KAI telah berhasil mengevakuasi 8 unit kereta Turangga dan 6 unit kereta Commuterline Bandung Raya. Sehingga yang masih tersisa di lokasi kejadian yaitu 2 unit lokomotif dan 4 unit kereta," kata Joni dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (5/1/2023).

Joni menyampaikan, KAI terus melakukan evakuasi terhadap bekas rangkaian kereta yang masih berada di lokasi Kecelakaan Kereta Api (KKA).

KAI bersama seluruh pemangku kepentingan berusaha semaksimal mungkin agar proses evakuasi dapat tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Baca juga: Identitas 4 Korban Meninggal dan 37 Korban Luka Tabrakan KA Turangga vs Commuter Line Bandung Raya

Baca juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK 2024 - Dibuka 2,3 Juta Formasi, Fresh Graduate 690 Ribu Formasi

Dalam proses evakuasi tersebut, kata dia, sebanyak 200 personel dikerahkan, terdiri dari tim KAI, KAI Commuter, BTP wilayah Jabar Kemenhub, Basarnas, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Untuk mengevakuasi rangkaian kereta dan lokomotif, PT KAI menggunakan alat berat berupa 3 unit crane, 6 unit dongkrak elektrik, serta peralatan pendukung alat berat lainnya.

Adapun material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 100 buah bantalan rel.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan tiga unit crane yang dikerahkan berasal dari Bandung, Solo, dan Cirebon. Menurutnya, proses evakuasi akan memakan waktu cukup lama.

"Ini akan memakan waktu karena cukup banyak kereta yang anjlok, namun kita masih upayakan secepatnya dengan mendatangkan crane baik dari Bandung maupun dari Solo dan juga dari Cirebon," kata Didiek.

Didiek mengungkapkan pihaknya bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus menginvestigasi penyebab kecelakaan KA di Cicalengka.

"Kami bersama dengan Pak Dirjen dan Ketua KNKT akan melakukan investigasi mengenai penyebab kecelakaan ini untuk menjadi pembelajaran ke depan. Saya rasa itu," katanya.

Sementara update korban dalam kejadian ini hingga Jumat (5/1) pukul 15.00 WIB yaitu 4 petugas meninggal dunia yakni masinis, asisten masinis, pramugara, dan petugas keamanan.

Selain itu, 33 orang mengalami luka-luka yang dirawat di RSUD Cicalengka sebanyak 26 orang, RS AMC 2 orang, RS Edelweiss 2 orang, dan RS Santosa 3 orang.

 


Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Identitas 4 Korban Meninggal dan 37 Korban Luka Tabrakan KA Turangga vs Commuter Line Bandung Raya

Baca juga: Berpisah dengan AS Roma, Thiago Pinto Diincar Klub Cristiano Ronaldo Al-Nassr

Baca juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK 2024 - Dibuka 2,3 Juta Formasi, Fresh Graduate 690 Ribu Formasi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved