Sosial
Tim SAR Evakuasi 11 Penumpang yang Terombang Ambing Akibat Mesin Pompong Mati
Tim SAR gabungan evakuasi penumpang pompong yang mengalami mati mesin di Perairan Ujung Jabung, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Minggu (30/12)
Penulis: anas al hakim | Editor: Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Tim SAR gabungan evakuasi penumpang pompong yang mengalami mati mesin di Perairan Ujung Jabung, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Minggu (30/12) sekira pukul 14.30 Wib.
Kepala Kantor SAR Jambi, Kornelis menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi dari salah satu orangtua korban jika, kapal pompong yang di tumpanginya mengalami mati mesin di perairan Ujung Jabung, Kabupaten Tanjabtim.
Setelah informasi diterima, tim SAR gabungan langsung berangkat ke lokasi dengan menggunakan RIB 01 bersama Polairud dengan estimasi jarak sekitar 9 NM atau 60 Menit.
"Untuk kronologinya, bahwa pompong tersebut hendak pergi menuju Pulau Berhala dengan membawa penumpang sebanyak 11 Orang,” jelasnya.
Menurut Kornelis, saat di tengah perjalanan, pompong yang hendak menuju Pulau Berhala mengalami mati mesin. Dan pukul 15.50 Wib tim SAR berhasil menemukan pompong tersebut.
“Jadi, sekitar pukul 15.50 Wib tim SAR temukan kapal pompong dan langsung melakukan evakuasi seluruh penumpang kembali ke dermaga Nipah Panjang dalam keadaan selamat.” ucapnya.
Abdumas, satu di antara penumpang dari Pulau Berhala, saat di konfirmasi oleh pihak Tribunjambi.com melalui via telephone. Ia menjelaskan bahwa emang betul, kapal tersebut mati tiba -tiba di tengah laut dan hampir sampai ke Pelabuhan Nipah.
Ia berniat dari Jambi untuk liburan di Pulau Berhala dan berangkat dari Jambi menggunakan sepeda motor yang berboncengan bersama satu orang temannya. Ketika berangkat menuju Pulau Berhala tidak ada kendala apapun meski gelombang lumayan cukup besar.
Namun, dalam perjalanan pulang dari Pulau Berhala dan hampir sampai ke Pelabuhan Nipah Panjang, tiba-tiba di tengah laut mesin pompong mati.
"Agak sedikit panik, karena masih di tengah laut, ditambah lagi ombaknya juga lumayan tinggi, dan kapal sempat oleng kiri kanan, kami pun ikut terombang ambing di dalam," jelasnya, Senin (1/1).
Abdumas menyebutkan bahwa atas kejadian tersebut ia langsung melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya yang berada di Jambi melalui via telephone. Sehingga ia harus menunggu bersama penumpang lainnya selama kurang lebih 2 jam di tengah laut.
"Sekitar pukul 16.00 Wib bantuan dari SAR pun tiba," singkatnya.
Dirinya menghimbau kepada setiap wisatawan yang ingin ke Pulau Berhala, sebelum berangkat pandai-pandailah mencari kapal, karena di Nipah rata-rata kapal tidak memiliki pelampung dan tidak memiliki fasilitas keamanan yang standar.
"Kedepannya, saya berharap setiap kapal yang akan pergi ke Pulau Berhala harus miliki pelampung demi keselamatan, dan juga sopir pompong harus bisa melihat cuaca, jika tidak memungkinkan atau cuaca buruk, jangan dipaksakan untuk berangkat," jelasnya.
Tidak Ada Angkutan Khusus
| Satu Pekerja Meninggal Dunia Saat Bongkar Atap Seng Gedung Eks PT Nansari |
|
|---|
| Taburan Pasir Ganggu Pengendara yang Melintas di Lintas Timur |
|
|---|
| Partai Final Gubernur Cup Jambi Ditunda Akibat Lapangan Tergenang Air Setelah Hujan Deras |
|
|---|
| BPBD Minta Masyarakat Waspada |
|
|---|
| Pilih Bertahan Dalam Rumah yang Kebanjiran Demi Keamanan Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/mesopaogngoang.jpg)