Pembangunan 12 Underpass di Jalan Khusus Batu Bara, PT SAS Klaim Progres Baru 25 Persen
Sebanyak 12 titik terowongan atau underpass yang dibangun di lintasan Jalan Khusus Batu Bara disiapkan oleh PT SAS
Penulis: A Musawira | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 12 titik terowongan atau underpass yang dibangun di lintasan Jalan Khusus Batu Bara disiapkan oleh PT SAS.
Diketahui PT Sinar Anugerah Sukses atau SAS satu diantara investor yang membangun jalan khusus itu.
PT SAS sendiri mengerjakan sepanjang 108 kilometer meliputi Pauh, Sarolangun hingga ke Mendalo Darat, Muaro Jambi.
Lokasi ini merupakan titik penambangan hingga menuju ke Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di Muaro Jambi.
Informasi ini disampaikan Divisi Perencanaan Teknis PT SAS, Ibnu Ziadi saat pertemuan saran dan pendapat bersama ketua RT Kelurahan Aur Kenali bersama Pemprov Jambi, baru-baru ini.
Baca juga: Jalan Khusus Batu Bara di Provinsi Jambi Mulai Beroperasi Maret 2024
Baca juga: Masih Ada Lahan yang Belum Dibebaskan, Al Haris Janji Bantu Perusahaan Bangun Jalan Khusus Batu Bara
Menurut Ibnu sepanjang 108 km ruas jalan ini, terdapat kurang lebih 12 underpass yang pihaknya bangun sebagai crossing pada jalan-jalan nasional dan provinsi.
“Ada crossing yang akan dilalui oleh jalan khusus batu bara ini diantaranya 2 underpas di jalan nasional, 3 underpass di jalan status provinsi dan jalan kabupaten dan 3 underpass jalan desa dan 1 underpass jalan perusahaan,” katanya.
Ibnu bilang penerapan metode ini baru pertama kali dilakukan di Jambi untuk crossing jalan yang akan dilalui.
“Kami dari PT SAS akan menjajaki teknologi untuk percepatan melakukan pembangunan underpass ini. Ada beberapa titik nanti kita menggunakan teknologi pengeboran,” ujarnya.
Namun demikian untuk saat ini progres land clearing yang sudah dilaksanakan dari total panjang keseluruhan baru mencapai 27 km atau 25 persen.
Sementara lintasan jalan khusus ini juga akan menyeberangi sungai. Pihaknya membangun dua jembatan yang berada di Sungai Talisah dan Sungai Sekamis di Sarolangun dengan lebar 25 meter.
Ibnu menuturkan rencana konstruksi jalan yang dibangun mayoritas pengerasan kelas A. Untuk meminimalisir dampak debu dari aktivitas jalan itu pihaknya secara berkala akan melakukan penyiramanan untuk meminamalisir dampak tersebut.
Ada beberapa titik spot khususnya di daerah pemukiman penduduk, ini rencananya akan di aspal agar dapat meminimalisir debu dari lalu lintas transportasi batu bara,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menanam pohon-pohon di sepanjang jalan tersebut yang bertujuan untuk barier atau antisipasi dampak debu, kebisingan dan sebagaianya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Rio Afriandi Sihotang Bikin Juri X Factor Terpukau, Ternyata Keponakan Judika
Baca juga: Jadwal Kampanye Prabowo Hari Ini Belum Diketahui, Gibran Menuju NTT
Baca juga: Kunci Jawaban SD Tema 6 Kelas 4 Halaman 120, Cita-cita Wahyudin
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.