Polemik Macet Truk Tambang di Parungpanjang Bogor, Bupati Ngaku Salah Bikin Perbup

Kemacetan karena truk tambang di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, nyaris serupa dnegan kondisi di Jambi.

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @parungpanjang.viral
Aksi blokade jalan dua arah oleh ratusan truk tambang di Parungpanjang, Bogor, yang membuat aktivitas warga terganggu. Aksi blokade berlangsung sejak Sabtu, 9 Desember 2023. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kemacetan karena truk tambang di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, nyaris serupa dnegan kondisi di Jambi.

Operasional truk tambang di Parungpanjang masih menjadi polemik hingga saat ini.

Banyak truk tambang yang melintas di Parungpanjang bukan saat jam operasionalnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku salah soal pembuatan Peraturan Bupati (Perbub).

"Apapun yang saya sampaikan pasti salah, karena Bupati sudah membuat aturan Perbup, Perbup ini jam 22.00 WIB, tapi kan tidak langsung mohon maaf, harus melalui proses, mereka memang masuk ke Kabupaten Tangerang jampukul 22.00 WIB, tapi dia masuk dari Cigudeg itu ada pukul 12, pukul 10, ini yang lewat itu sementara solusi saya berdasarkan kajian itu membuat kantong parkir yang ada yang dihulu," paparnya saat ditemui wartawan di lapangan Tegar Beriman, Senin (18/12/2023).

Untuk menangani truk tambang tersebut, pihaknya pun meminta permohonan lahan parkir seluas empat hektare.

Lahan parkir tersebut bisa digunakaan pada siang hari di luar jam operasional truk tambang.

Baca juga: Sosok Abdul Gani Kasuba Gubernur Maluku Utara yang Kena OTT KPK Terkait Lelang Jabatan dan Pengadaan

Baca juga: Macet di Jambi Jelang Penyetopan Angkutan Batu Bara 23 Desember 2023-2 Januari 2024

"Makanya hari Selasa besok saya sudah mendapat informasi akan menjawab permohonan seluas 4 hektar itu untuk kantong parkir dan rest area," katanya, dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Truk tambang yang melintas di luar jam operasional tentu membahayakan bagi pengguna jalan lainnya.

Terbaru, truk tambang terguling dan menewaskan ibu serta anaknya yang masih berusia 10 tahun.

Iwan yang mengetahui adanya kecelakaan maut tersebut pun telah menugasi Sekretaris Daerah untuk menanganinya.

"Saya juga sudah dapat laporan, dan menugaskan sekda untuk rapat," ujarnya.

Ia menuturkan truk tambang yang terguling tersebut disebabkan karena roda truk menghantam lubang.

"Dan yang kejadian kemarin itu, informasinya mereka yang mau menuju ke kantong parkir, ada lobang dan menghindar ke kanan, nah itu kecelakaan tidak bisa dihindarkan," katanya.

Sesaknya Napas Warga

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved