Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Saat Muara Bungo Dijatuhi Bom Oleh AURI Ketika Penumpasan PRRI

Kerusakan akibat bom salah sasaran itu antara lain menimpa jembatan di Tanjung Gedang, Muara Bungo. Akhirnya jembatan itu diperbaiki

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Instagram
Pasukan AS saat membantu tentara PRRI. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat Pemerintah Indonesia menumpas gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI di Sumatera Barat, Provinsi Jambi terkena imbasnya.

Tidak tanggung-tanggung, Muara Bungo menjadi sasaran AURI. Kisah sejarah ini diceritakan oleh Abdul Manap, mantan Bupati Merangin.

Abdul Manap menyampaikan hal itu saat sidang pleno Dewan Pemerintah Daerah Peralihan (DPDP) Kabupaten Merangin 2 Juli 1958 di Bangko.

Untuk diketahui, pada 20-21 Februari 1958, Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dikerahkan untuk menumpas PRRI di Sumatera Barat. Saat itu Kota Padang dijatuhi bom.

Pada momen itulah Bungo terimbas karena bom AURI juga dijatuhkan di sana.

Abdul Manap dalam laporannya yang memuat berbagai hal, salah satunya menyinggung insiden bom tersebut. "Hanya ada satu kejadian yang serba sedikit menggemparkan rakyat kita ialah tanggal 21 Februari 1958 terjadilah pengeboman/penembakan kerugian di pihak rakyat." Demikian petikan laporan tersebut.

Menurut tokoh Jambi yang namanya diabadikan menjadi nama RSUD di Kota Jambi tersebut, pengeboman itu menuai protes.

Protes keras dilakukan oleh Pelaksana Penguasa Perang atau Pekuper TT II Sriwijaya dan rakyat Kewedanaan Muara Bungo.

Pendek cerita, akhirnya pasca pengeboman tersebut Kepala Staf Angkatan Udara mengirimkan delegasinya ke Ketua Pekuper TT II Sriwijaya.

Baca juga: Kado Untuk Provinsi Jambi dari BMKJ, Sebuah Buku Berisikan 65 Tokoh Jambi yang Berada di Luar Jambi

"Menyatakan penyesalannya atas perbuatannya itu karena hal tersebut adalah disebabkan salah peta, pun belian menyatakan segala kerusakan/kerugian rakyat akan dipertanggung jawabkan oleh pemerintah." Demikian dikutip dari laporan Abdul Manap selaku Bupati Merangin saat sidang pleno Dewan Pemerintah Daerah Peralihan (DPDP) Kabupaten Merangin.

Kerusakan akibat bom salah sasaran itu antara lain menimpa jembatan di Tanjung Gedang, Muara Bungo. Akhirnya jembatan itu diperbaiki bahkan Geni TT II Sriwijaya langsung datang ke Muara Bungo pada 28 Februari 1958. Kerusakaan tersebut ringan dan dapat diperbaiki secara langsung.

Sekilas Profil Abdul Manap

Abdul Manap adalah tokoh Jambi pada masanya. Ia dilahirkan di Muara Talang, Merangin (sekarang masuk Sarolangun) pada 1908.

Jejaknya di pemerintahan terbilang panjang dan di banyak tempat.

Pada 1956 misalnya, ia diangkat menjadi Bupati Merangin. Adapun sebelum ia menjadi gubernur, Abdul Manap bertugas di kantor Gubernur Provinsi Jambi.

Jabatannya, pada masa sekarang kurang lebih sama dengan Kepala Biro Umum. Pangkatnya saat itu pegawai Tinggi Ketatapradjaan TK I atau F.V.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved