Upaya Penculikan di Jambi

Cerita Ibu Siswi MTs di Kota Jambi, Sebut Anaknya Trauma Gegara Nyaris Diculik Sepulang Sekolah

Seorang pelajar perempuan di Madrasah Tsanawiyah Mamba'ul Ulum Jambi kelurahan Bakung Jaya, kecamatan Pall Merah Kota Jambi, berinisial SB (14) hampir

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Rifani
Manza ibu siswi MTs di Jambi yang nyaris diculik 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang pelajar perempuan di Madrasah Tsanawiyah Mamba'ul Ulum Jambi kelurahan Bakung Jaya, kecamatan Pall Merah Kota Jambi, berinisial SB (14) hampir diculik saat pulang sekolah, pada 28 November 2023 sekira 12:00 WIB.

Manza ibu SB menerangkan, anaknya berhasil selamat dari sekelompok orang menggunakan monul avanza berwana hitam setelah teriak. Akibat kejadian itu, siswa Madrasah kelas 7 itu mengalami trauma hingga tidak mau sekolah.

"Kalau trauma pasti, tadi pagi dia bilang sama saya takut ke sekolah,"kata Manza, Rabu (29/11/2023).

Karena mengalami ketakutan, Manza mencoba untuk menenangkan sang anak, memberikan semangat dan suport.

"Saya berikan semangat dan bilang kamu tidak perlu takut, mama ada mama akan antar kamu. Saya berikan lagi kasih sayang, saya pulihkan lagi traumanya. Akhirnya saya antar ke sekolah," ujarnya.

Akibat hal tersebut, Manza telah melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT setempat. Setelah itu pihak kelurahan, kepolisian dan TNI menyambangi rumah siswi madrasah tersebut.

"Makanya saya melapor tadi gunanya disisi lain terlindungi dengan bapak-bapak yang sudah peduli dengan kami dan warga yang suport juga. Sampai saat ini saya masih memulihkan anak saya," ungkapnya.

Selain itu, Ibu SB juga melaporkan anaknya yang hampir saja menjadi korban penculikan kepada pihak sekolah. Para guru di sekolah SB kaget dan syok.

"Pihak sekolah syok dan guru-guru menanyakan kabar anak, memberikan suport. Kepada teman SB yang lain juga dan wali murid lain untuk lebih hati-hati lagi dan lebih di jaga lagi," sebutnya.

Dia menyebarkan informasi ini agar berdampak positif kepada orang tua diluar sana untuk lebih menjaga anaknya.

"Yang kita pikir aman amaan aja ternyata belum. Akibat ini yang tadinya anaknya jalan kaki sekarang dijemput," kata dia.

Kronologi SB hampir di culik. Sepulang sekolah SB berjalan kaki dari sekolah yang tak jauh dari rumahnya di perumahan Villa Ratu Mas.
Awalnya SB berjalan kaki berdua bersama teman sekolahnya, setelah masuk ke komplek perumahan SB berjalan sendiri karena berbeda arah.

Saat berjalan sendiri, tiba-tiba mobil avanza berwarna hitam membunyikan klakson mobil.

Namun, SB menepi karena mengira menganggu jalan. Setelah menepi beberapa orang yang berada di dalam mobil memanggil SB, meminta siswa SMP kelas 7 itu untuk masuk kedalam mobil agar dapat diantar.

SB menolak ajakan tersebut, namun sekelompok orang yang diperkirakan lebih dari 3 orang itu tetap memaksa agar siswa tersebut masuk kedalam mobil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved