Upaya Penculikan di Jambi

Jalan Kaki Pulang Sekolah, Siswi MTs di Kota Jambi Nyaris Diculik, Pelaku Lebih dari 3 Orang

Awalnya SB berjalan kaki berdua bersama teman sekolahnya, setelah masuk ke komplek perumahan, SB berjalan sendiri karena berbeda arah.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Suci Rahayu PK
Shutterstock
Ilustrasi penculikan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTS) Mamba'ul Ulum Jambi di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Pall Merah, Kota Jambi, nyaris jadi korban penculikan.

Kejadian ini dialami siswi berinisial SB (14) sepulang sekolah, tepatnya pada Selasa (28/11/2023) sekira 12:00 WIB.

Ibu SB, Manza membeberkan kronologis anaknya nyaris jadi korban penculikan sejumlah orang yang mengendarai mobil.

Saat itu, SB jalan kaki dari sekolah ke rumah yakni di Perumahan Villa Ratu Mas.

Awalnya SB berjalan kaki berdua bersama teman sekolahnya, setelah masuk ke komplek perumahan, SB berjalan sendiri karena berbeda arah.

Saat berjalan sendiri, tiba-tiba mobil berwarna hitam jenis Toyota Avanza membunyikan klakson.

Baca juga: Kabar Upaya Penculikan Pelajar MTS di Kota Jambi Beredar di Grupa-Grup WA

Baca juga: Siswi MTs di Kota Jambi Nyaris Diculik Saat Pulang Sekolah, Sang Ibu Sebut Anaknya Ketakutan

SB menepi karena mengira menganggu jalan. Setelah menepi beberapa orang yang berada di dalam mobil memanggil SB, meminta siswa SMP kelas 7 itu untuk masuk ke dalam mobil untuk diantar pulang.

SB menolak ajakan tersebut, namun sekelompok orang yang diperkirakan lebih dari 3 orang itu tetap memaksa agar siswi tersebut masuk mobil.

"Anak saya sudah masuk lorong perumahan, mobil ini klakson karena mikir orang mau lewat anak saya minggir mobil itu nyamperin anak saya. Nanya mau kemana dek dijawab anak saya mau pulang dan orang dimobil menawarkan untuk mengantar tapi anak saya menolak," kata Manza, Rabu (29/11/2023).

Manza menyebutkan, anaknya dipaksa-paksa dengan berkataan untuk masuk kedalam mobil hitam tersebut.

"Yang di dalam mobil bilang, ayolah masuk mobil, ayolah sinilah. Anak saya takut mau melihat wajah didalam mobil karena takut di hipnotis, takut ditarik kedalam mobil jadi anak saya maju kedepan mendahului mobil, agak jaga jarak," kata ibu SB.

Setelah paksaan secara ucapan oleh sekelompok laki-laki itu, SB pantas berjalan terburu-buru atau berlari kecil. Tetapi masih diikuti, dipaksa dengan perkataan dan diklakson untuk masuk kedalam mobil.

"Karena jarak anak saya agak jauh dari mobil, jadi anak saya asal menunjuk rumah warga yang ada di kompleks ini bawasnya anak saya menunjukkan rumah kami, sambil bilang ke ini rumah aku bilang ke orang itu sambil berteriak memanggil mama -mama," ujarnya.

Setelah SB menjerit sambil memanggil mama di rumah warga tersebut, mobil itupun memutar dan kabur meninggal anak yang hampir menjadi korban penculikan tersebut.

Baca juga: Sempat Minta Dibagi Dua, Doddy Sudrajat Kini Tak Berminat Lagi dengan Barang-barang Vanessa Angel

Baca juga: Finish Kedua, Pelajar yang Ikut Lomba Renang di Sleman Tak Dapat Juara Menangis Pilu Ditenangkan Ibu

"Setelah mobil itu kabur, anak saya melihat mobil itu keluar dari perumahan baru SB lari ke rumah mengadu ke saya." ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved