LIPUTAN KHUSUS

Bertaruh Nyawa Demi Anak Didik, Kisah Guru di Daerah Terpencil Tanjab Barat dan Tanjab Timur Seri 1

Menurut Hadi, suka duka yang saat mengajar di wilayah terpencil seperti Sadu, selain lokasi jauh, juga terkendala sinyal. "Sehingga, ketika ada

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/SOPIANTO
Siswa SMPN Satap 7 Pengabuan, Desa Sungsang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat, melakukan pengamatan kondisi lingkungan di SDN 126. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanjab Barat, Dahlan, mengatakan ada 127 guru yang mengajar di daerah terpencil. Mereka tersebar di beberapa desa.

"Ada 127 orang guru yang mengajar di desa terpencil di Kabupaten Tanjung Jabung Barat," ujarnya.

Dari jumlah itu, 47 orang berstatus ASN, 31 orang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 49 orang berstatus tenaga honorer.

Mengarungi Laut Bertaruh Nyawa

Agus Hadi, pernah mengajar di SMPN 6 Tanjab Timur, di Desa Sungai Lokan, Kecamatan Sadu, sejak 2009-2018, sebelum menjadi Kepala SMPN Satap 1 Desa Alang-Alang, Tanjab Timur.

"Selama ini saya tidak pernah bermimpi untuk mengajar di daerah terpencil yang sangat jauh dari ibu kota Tanjab Timur," ujarnya, Jumat (24/11)

Perjuangan Hadi kala itu sangat berat. Untuk sampai ke lokasi mengajar, dia harus menyeberangi laut sekira 40 menit.

Meski nyawa menjadi taruhan, Hadi tetap mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa.

Awal mula bertugas di Sadu, setelah lulus CPNS pada 2009 silam. Sadu merupakan wilayah paling timur Jambi.

Perlu waktu seharian untuk sampai ke sana jika berangkat dari Jambi.

"Jadi waktu itu transportasi belum bisa melalui Sabak, karena belum ada jembatan. Tentunya kami harus lewat Swak Kandis, dan sambung speedboat menju Nipah dan baru nyebrang menggunakan pompong ke Sadu," ujarnya.

Itu memang daerah terpencil. Tapi, kata Hadi, kalau untuk semangat kerja dan motivasi, guru-gurunya tidak tertinggal dengan guru di kabupaten.

Terbukti, Hadi pernah mengikuti uji kompetensi dan lolos passing grade di atas rata-rata.

Dalam mata pelajaran IPA, Hadi termasuk tiga terbaik dan tiga nilai tertinggi untuk Kabupaten Tanjab Timur.

"Dan alhamdulillah, pada masa Menteri Pendidikan Anies Baswedan, saya terpilih sebagai instruktur nasional untuk mata pelajaran IPA," ucapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved