LIPUTAN KHUSUS

Bertaruh Nyawa Demi Anak Didik, Kisah Guru di Daerah Terpencil Tanjab Barat dan Tanjab Timur Seri 1

Menurut Hadi, suka duka yang saat mengajar di wilayah terpencil seperti Sadu, selain lokasi jauh, juga terkendala sinyal. "Sehingga, ketika ada

|
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/SOPIANTO
Siswa SMPN Satap 7 Pengabuan, Desa Sungsang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat, melakukan pengamatan kondisi lingkungan di SDN 126. 

Budi mengatakan tujuan pendidikan, seperti di Kurikulum Merdeka, ruh dari pendidikan menjadikan manusia menemukan kodrat alam dan kodrat zamannya.

Dia meyakini, setiap manusia memiliki bakat sejak lahir untuk menjadi manusia yang utuh.

"Siapa manusia yang utuh itu, manusia yang mandiri yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang-orang lain disekitar nya," ucapnya.

Susah Sinyal

Di Desa Sungsang, kondisi layanan telekomunikasi sedikit terganggu, semisal sinyal internet.

Namun di titik tertentu, sinyal ada. Namun, kata Budi, sangat disayangkan titik itu malah dimanfaatkan anak-anak untuk bermain permainan dalam jaringan (daring; game online).

Para guru pun kerap mendapat kendala mengakses layanan internet karena jaringan tidak stabil. Imbasnya, saat pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pengganti Ujian Nasional (UN), mereka harus mengungsi ke tempat dengan jaringan lebih stabil.

"Kami ngungsi ke rumah yang sinyalnya bagus. Sebenarnya sinyal ada, cuma hilang timbul," ungkapnya.

Inovasi pun coba dilakukan Budi dan kawan-kawan guru agar proses belajar-mengajar terus berlangsung.

Untung saja, saat ini ujian sudah berbasis offline, menggunakan aplikasi, tidak membutuhkan sinyal internet.

Di wilayah itu, akses menuju sekolah masih jalan tanah, pengerasan jalan belum merata.

Para guru dan murid akhirnya harus berjalan kaki ke sekolah. "Karena jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan saat turun hujan," terangnya.

Jarak rumah mereka ke sekolah pun cukup jauh. Ada yang 1 Km, 3 Km, 5 Km dan 6 Km.

Meski kondisi seperti itu, Budi Teguh tak pernah mengeluh saat memberikan pengetahuan kepada anak didiknya.

112 Guru di Tanjab Barat

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved