Berita Jambi
Polda Jambi akan Koordinasi Soal Temuan PSK yang Masih Beroperasi di Eks Lokalisasi Payo Sigadung
Sebanyak 30 pria dan wanita tejaring razia penyakit masyarakat di wilayah eks Lokalisasi Payo Sigadung atau pucuk kota Jambi oleh tim Siginjai Polda J
Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak 30 pria dan wanita tejaring razia penyakit masyarakat di wilayah eks Lokalisasi Payo Sigadung atau pucuk kota Jambi oleh tim Siginjai Polda Jambi. Dalam razia itu, 19 orang perempuan dan 11 laki-laki digiring ke Mapolda Jambi, Sabtu (18/1/2023) malam.
Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Kombes Pol Andri saat dikonfirmasi Tribun Jambi menerangkan, pihaknya telah melakukan pendataan dan pembinaan terhadap puluhan PSK yang diamankan dari Payo Sigadung atau Pucuk.
"Iya kita lakukan pendataan dan pembinaan terhadap para PSK yang diamankan tadi malam," kata Andri, Minggu (19/11/2023).
Dengan data yang dimiliki dan temuan oleh kepolisian ini, Polda Jambi akan berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk menindaklanjuti adanya tindakan prostitusi di Eks Payo Sigadung pucuk yang masih beroperasi meski sudah ditutup beberapa tahun silam.
"Dengan data yang kami miliki, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah kota soal ( penutupan kembali) Eks lokalisasi," ujarnya.
Ketika ditanyai soal pelimpahan para PSK yang diamankan, Andir menjawab saat ini dirinya belim mengatahui apakah sejumlah orang yang diamankan tersebut akan diserahkan ke dinas sosial atau tidak.
"Nanti saya cek dulu ke anggota diserahkan ke dinas sosial atau tidak. Kita akan kordinasi dengen pemerintah kota," kata Andri.
Diberitakan sebelumnya, Kasubdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi AKBP Kristian Adi Wibawa berkata, Satgas II operasi pekat saat ini sedang melaksanakan kegiatan operasi penindakan termasuk pencegahan di Pucuk dengan hasil 11 laki-laki dan 19 perempuan.
"Saat ini mereka sedang dilakukan cek urien dan pengecekan identitas. Ada 19 wanita dan 11 laki-laki," ujarnya, Minggu (19/11/2023) jelang subuh.
Kristian bilang, pihaknya baru mengetahui bahwa masih ada aktivitas di lokalisasi payosigadung (Pucuk), padahal tempat tersebut sudah ditutup oleh Pemerintah Daerah beberapa tahun lalu.
"Kami juga mendapatkan informasi baru beberapa hari ini, sebelumnya, sebenarnya telah direlokasi oleh Pemda. Tapi saat ini masih banyak aktivitas di lokasi itu," katanya.
Kristian memprediksi, masih banyak wanita pekerja seks komersial (PSK) yang belum terjaring razia, pihaknya baru berhasil mengamankan 19 wanita di Pucuk.
Para wanita ini asalnya dari luar Provinsi Jambi yaitu dari Bekasi, Jawa Barat, dan ada juga yang lokal Jambi.
"Yang tidak terjaring mungkin cukup banyak. Rata dari luar Jambi, ada juga dari dalam (Jambi) . Mereka juga ada yang freelance dan ada yang menetap," jelasnya.
Dia menambahkan, polisi akan berkomunikasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengambil langkah selanjutnya. Setelah dicek, mereka yang terjaring razia pekat Polda Jambi akan dibuat surat pernyataan dan akan berkomunikasi dengan pihak keluarga.
Satresnarkoba Polresta Jambi Tangkap WN, Amankan 7 Paket Sabu dari Kotak Rokok hingga Lipatan Baju |
![]() |
---|
Terminal Rawasari Jambi Kini Hidup Kembali, Jadi Pusat Festival dan Kegiatan Warga |
![]() |
---|
Bandel PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Jambi Nekat Berjualan Meski Sudah Ditertibkan |
![]() |
---|
Trans Bahagia Jadi Sarana Edukasi Anak TK di Kota Jambi |
![]() |
---|
Gubernur Jambi Terima BAZNAS Awards 2025, Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Zakat Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.