Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Naskah Drama Natal Singkat Berjudul Kasih Ibu

Berikut contoh naskah drama Natal. Drama Natal ini berjudul Kasih Ibu. Narator : “Pada suatu sore berkumpulah ibu-ibu komplek heboh menceritakan tenta

Editor: Suci Rahayu PK
istock
ilustrasi anak 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut contoh naskah drama Natal.

Drama Natal ini berjudul Kasih Ibu.

Narator : “Pada suatu sore berkumpulah ibu-ibu komplek heboh menceritakan tentang gosip terbaru yang mereka tahu”

*IbuRadit, Ibu Ester, Ibu Naomi danIbu Luna, berkumpul duduk lesehan di panggung*

Radit: “Eh ibu-ibu, tau ga berita yang lagi heboh di komplek kita ini ?”
Ester: “Yang tentang Jeng Oki ituya ?”
Radit: “Iya bener bu”
Naomi: “Berita apa bu? Saya belum tau”
Luna: “Saya baru pulang dari Singapore, ketinggalan berita nih”
Radit: “Itu loh Jeng Oki baru beli rumah sama mobil baru, rumah nya gede banget ibu-ibu”
Luna: “Pinky swear kitty swear banana cherry strawberry swear ? seriusan bu ?”
Radit: “Alamak ga percaya dia, ya benarlah bu”
Ester: “Hebat ya, tapi aneh ga sih ibu-ibu, suaminya kan cuma karyawan bank kecil, terus Jeng Oki kan Cuma diam di rumah, masa bisa secepat itu punya harta banyak”
Naomi: “Jangan-jangan suaminya ikutan cara pejabat-pejabat sekarang, itu lho yang koperasi”
Luna: “Korupsi bu, bukan koperasi”
Naomi: “Tadi kan saya bilang begitu bu”
Radit: “Eh tapi kita ga boleh sembarangan bu, siapa tau itu bener”
Ester: “Ssstttssttt, Jeng Oki jalan ke arah sini tuh”

Baca juga: Contoh Naskah Drama Natal Berjudul Anak yang Hilang

Baca juga: Contoh Naskah Drama Natal Hadiah yang Paling Berharga

*Jeng Oki berjalan memasuki panggung*

Jeng Oki : “OMG Hellooww, rakjel duduknya emperan, ga kece keles, iyuuhh. Sebentar-sebentar saya mau selfie eh groufie dulu, biar upload di facebook with rakjel, yuu ibu-ibu bikin gayanya ‘peace’. Oke nanti saya masukin facebook aah ”

Naomi: “Eh rakjel apa jeng ?”
Jeng Oki : “Rakjel itu rakyat jelata, iyuuhh”

Radit: “Baah sembarangan kau bilang kami rakyat jelata, jadi kau apa hah ?” (nada emosi)
Jeng Oki : “OMG Helloww, selooww aja keles ga usah sensi begityuu”

Luna: “Eh ibu ini ko ngomongnya sembarangan banget ya”
Radit: “Mau aku cakar orang ini bah” (emosi sambil berdiri)
Jeng Oki : “Eeh eehh jangan dekat-dekat” (menjauh/menghindar)

*Ibu Pendeta masuk*

Pendeta: “Lho lho ada apa ini ibu-ibu ?”
Jeng Oki : “Nah ibu kebetulan datang, ini masa saya mau di cakar bu”

I.Pendeta : “Nah lho kenapa ibu-ibu ?”

I.Radit : “Ibu Pendeta, Jeng Oki ini dari tadi bikin kami emosi, bicaranya itu macam dia yang punya ini portibi”

Jeng Oki : “OMG Helloww, ibu Pendeta saya kesini dengan maksud baik ko, saya mau mengundang ibu-ibu ini ke acara syukuran rumahs aya yang baru itu lho bu”

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved