WAWANCARA EKSKLUSIF

Panda Nababan: Kalau Jantan dan Satria, Ngomong, Politikus Senior PDIP Komentari Gibran-Bobby

Tidak, makanya, karena itu Ganjar datang ke rumahku, karena waktu itu sensitif kalau terbuka dengan Ganjar, seperti mendahuli Ibu, mengapakan Ibu...

Editor: Duanto AS
TRIBUNNEWS/REZA ARIEF
Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pandapotan Maruli Asi Nababan atau Panda Nababan (kiri) saat diwawancarai Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domu D Ambarita (kanan), di Studio Newsroom Tribun Network, Jakarta, Senin (6/11). 

Saya pikir bukan asli karakter Jokowi itu.

Aku tahu dia mencintai rakyat, sering ketemu dengan rakyat, kenapa begitu.

Sama dengan Ganjar, bahwa saya dengan dia, berdiskusi membahas, berdiskusi mengatur strategi bagaimana dengan Ibu Mega setuju, bagaimana Puan, kita diskusikan, kita bahas.

Nah sekarang dia beralih, tidak lagi ke Ganjar, beralih ke yang lain.

Ya, kalau orang-orang yang punya budi pekerti, adat istiadat, tata krama, ngomong dong.

‘Eh Pratik (Pratikno, Mensesneg), panggil dulu Panda, undang dulu. Pram (Pramono Anung; Sekretaris Kabinet) undang dulu Panda’, ya apa kabar Mas sudah lama tidak ketemu.

‘Mas Panda, sekarang saya sudah berubah, aku bukan Ganjar lagi, aku sekarang Prabowo’.

Bayangin itu, tata kramanya seperti itu, tata kramanya.

Sebelumnya, membahas nama Pak Ganjar itu berapa kali pertemuan?

Oh, banyak, banyak kali. Lebih (lima kali), karena dalam kurun berapa tahun.

Artinya sudah konfirm kepada Ganjar?

Ya, dia yang mempengaruhi aku supaya Ganjar. Ganjar sendiri tak terpikir.

Bukan Opung Panda yang menyodorkan Ganjar?

Tidak, makanya, karena itu Ganjar datang ke rumahku, karena waktu itu sensitif kalau terbuka dengan Ganjar, seperti mendahuli Ibu, mengapakan Ibu, anggota DPR juga ga ada yang mau ketemu dia.

Betul-betul dijaga, perasaan ibu dijaga, perasan ini dijaga.

Begitu juga aku wanti-wanti ‘aku ngomong berdua sama Mas Jokowi’

Confirmed di situ, lebih dari 10 kali pertemuan dengan Pak Jokowi, memikirkan supaya Ganjar jadi capres di Istana?

Di Istana lebih dari itu.

Belakangan kan berubah, dan cukup cepat, apa kira-kira yang cepat berubah?

Aku belum dengar dari dia.

Apa kepentingan politik atau investor asing?

Aku nggak mau berteka-teki, kayaknya biasa kok kita ketemu.

Bagus juga kalau ketemu langsung.

Aku menahan diri agar tidak mengambil kesimpulan-kesimpulan.

Apa ada niat ingin bertemu dengan beliau?

Ada, dua minggu lalu aku sudah melalui ajudan minta waktu, tapi belum ada jawaban.

Ini sudah banyak berubah, tidak bisa ditebak, nasib-nasiban bertemu Jokowi.

Ini terus terang saja, kelihatannya sederhana, tapi menyangkut moral, etika, kehormatan terhadap demokrasi, pendidikan bangsa, berpolitik, saya tidak bisa bayangkan, capres kita Ganjar Pranowo, itu ribuan manusia di GBK.

Tugas kita menang-menang-menang.

Diucapkan di hadapan ribuan orang. Waktu Bulan Bung Karno.

Lalu, rakernas, tadi saya bisik-bisik dengan Pak Ganjar, kemudian saya bilang, begitu selesai dilantik, langsung bekerja.

Frame kita yakin betul terpilih.

Tambah kagum kita sama Jokowi.

Itu nggak sembarang loh, bisik-bisik dibocorin.

Kalau nggak confidence.

Tadi kami dua bisik-bisik, itu masalah pribadi.

Terus saya katakan, tidak ada kata jika.

Apa sih yang memicu konflik Ibu Mega dan Pak Jokowi?

Jadi begini, sakit hati kepada PDIP tidak ada, tidak ada.

Coba tunjukan ke saya satu, dari PDIP tidak menghormati dia, tidak ada.

Sangat menghormati dia, terukur dan terbukti, mantunya, anaknya.

Mau maju anaknya, dikorbankan orang lain.

Di Medan, Ahiar Nasution itu wakil saya selama 10 tahun di sana, kualitas dan dedikasinya bukan main, pas wali kota, minggir itu demi mantu.

Di Solo, Purnomo minggir demi Gibran.

Di mana, partai tidak menghargai, saya cuma berdoa memohon jangan sampai ada tinggi hati, janganlah ada kesombongan, jauhkanlah.

Merasa sombong, semua bisa diatur.

Kepongahan, tenang aku ada di sini.

Ya, Allah, jadi drama apa yang begini.

Kita sesama bersaudara, harus berani bertegur sapa, berani mengingatkan, atau menjilat supaya lebih terjerumus. (tribun network/yuda)

Baca juga: DPW Perindo Jambi Tepis Isu HT Dukung Zionis Israel, David: Itu Hoax dan Pencemaran Nama Baik

Baca juga: Adian Napitupulu Buka-bukaan, Apa yang Mau Dikhawatirkan Soal Projo Dukung Prabowo

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved