Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Musim Pancaroba, Nelayan dan Masyarakat Pesisir Jambi Diminta untuk Berhati-hati

Nelayan dan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir Jambi, diimbau agar lebih berhati-hati dan waspada menyikapi perubahan kondisi cuaca ini.

Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi.com/Anas
Nelayan di Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sejak beberapa hari belakangan ini, guyuran hujan yang cukup deras kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanjab Timur. Bahkan, guyuran hujan yang turun di wilayah pesisir Jambi ini kerap disertai angin, meskipun tidak terlalu kencang.

Menyikapi hal itu, pihak Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjab Timur mengimbau kepada nelayan dan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, agar lebih berhati-hati dan waspada menyikapi perubahan kondisi cuaca ini.

Camat Kuala Jambi, Rasyid saat dikonfirmasi melalui via telepon ia menjelaskan, sejak 10 hari belakangan ini guyuran hujan cukup deras kerap terjadi di wilayahnya.

"Biasanya, kalau sudah hujan deras di wilayah kami ini, biasanya disertai angin kencang. Itu yang harus diwaspadai oleh setiap masyarakat kami yang tinggal di wilayah pesisir," jelasnya, Selasa (7/11/23).

Tak hanya itu, Rasyid juga menghimbau, bahwa ada dua wilayah di Kecamatan Kuala Jambi yang kerap terdampak angin puting beliung. Yakni, Kelurahan Tanjung Solok dan Desa Teluk Majelis. 

Dua wilayah ersebut termasuk wilayah yang cukup ramai penduduknya, dan memang lokasi berada tepat pinggir laut.

"Dua wilayah itu memang jalur lintasan angin puting beliung. Dan bisa dikatan paling sering terdampak musibah tersebut," jelasnya.

Sementara itu, meski belum ada laporan terkait ancaman ketinggian gelombang di sekitar laut Kuala Jambi. Akan tetapi para nelayan juga diimbau untuk waspada dan harus memahami betul kondisi cuaca sebelum melakukan aktifitas di tengah laut.

"Kalau ketinggian gelombang masih normal, belum terlalu ekstrim. Tapi para nelayan tidak boleh lengah, harus bisa memahami betul perubahan kondisi cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu," pungkasnya.

Rasyid juga mengatakan, biasnya jika mendapati kondisi cuaca yang ekstrem atau perubahan cuaca ditengah laut, para nelayan akan segera bergegas meninggalkan lokasi tersebut dan kembali ke wilayah pesisir guna menghindari ancaman bahaya.

"Kalau pas lagi jaring tiba-tiba kondisi cuaca berubah terlalu ekstrim dan sekiranya membahayakan. Para nelayan tidak mau ambil risiko, meraka akan segera meninggalkan lokasi itu," ucapnya.

Baca juga: Sejumlah Nelayan di Tanjabtim Mengeluh Hasil Tangkapan Laut Berkurang

Baca juga: NPHD Pilkada Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjabtim Ditandatangani

Baca juga: PAW Anggota DPRD Tanjabtim, Ketua DPRD Tanjab Timur Lantik Nurhikmah

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved