Bentrok Pelajar di Sarolangun

Bentrok Pelajar SMAN 4 Sarolangun Menyita Banyak Pihak, Begini Kronologi hingga Proses Penyelesaian

Peristiwa bentoran sesama pelajar di SMAN 4 Sarolangun, pada tanggal 30 Oktober 2023 lalu, belum berdamai dan mampu menyita banyak pihak.

Tribunjambi.com/Hasbi
Peristiwa bentoran sesama pelajar di SMAN 4 Sarolangun, pada tanggal 30 Oktober 2023 lalu, belum berdamai dan mampu menyita banyak pihak. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Peristiwa bentoran sesama pelajar di SMAN 4 Sarolangun, pada tanggal 30 Oktober 2023 lalu, belum berdamai dan mampu menyita banyak pihak.

Kejadian ini bermula, siswa SMAN 4 Sarolangun dari Desa Mandiangin Serumpun mendapatkan serangan dari siswa Desa Rangkiling saat jam belajar, pada pukul 08: WIB.

Akibat serangan itu, ada empat orang siswa dari Desa Mandiangin Serumpun mengalami luka bacok benda tajam dan berhasil dilarikan ke Puskesmas Mandiangin dan rumah sakit di Sarolangun.

Dari data korban dan pelaku yang berhasil dihimpun sebagai berikut
1. M.Ayril alamat mandi angin
2. Alvin alamat mandi angin
3. Nuzli Andra alamat kerto Pati
4. Rafli alamat mandi angin pasar
5. Rian alamat Bukit peranginan
Data Pelaku
1. Dede pandu beserta teman

Eli satu diantara masyarakat sekitar menyebut kejadian itu, sehabis melaksanakan upacara bendera korban bernama Rapli menuju ke kantin, tidak beberapa lama datang lah beberapa teman pelaku Dede Pandu yang tiba-tiba menyerang rombongan korban.

Setelah selesai kejadian di kantin, pelaku lalu menuju ke Kelas 11 untuk mencari lagi rombongan korban yang bernama Nuzli Andra sesampai nya di depan kelas XI, pelaku bertemu dengan korban yang bernama Nuzli Andra disana lah pelaku melakukan pembacokan lagi terhadap korban.

Melihat kejadian tersebut teman teman korban berhamburan keluar, setelah kejadian para Guru SMK N 4 mandiangin membawa Korban ke Puskesmas mandiangin untuk di lakukan perawatan korban atas nama Rafli di rujuk ke RS Umum Sarolangun.

Pasca terjadinya bentrokan tersebut, pihak keluarga korban dan masyarakat Kecamatan Mandiangin melakukan mediasi dihadiri Kades dan setempat, hadir juga Sekda Sarolangun, Polres, Polsek dan Kepsek SMAN 4.

Media itu tidak berjalan mulus, karena pihak keluarga korban minta dihadirkan pihak pelaku maupun pihak Kades Rangkiling, namun tidak datang dan belum mendapatkan kesepakatan, sehingga membuat masyarakat Mandiangin kecewa.

Camat Mandiangin, Haris Faidhillah saat diwawancarai mengatakan, berdasarkan mediasi saat itu, dari pukul 2 hingga pukul 22:00 malam, juga belum membuahkan hasil, sehingga pihak korban dan masyarakat melakukan aksi pemblokiran jalan Sarolangun-Jambi di depan kantor camat Mandiangin.

"Melihat kondisi kemacetan sudah sangat parah, ada ratusan mobil terjebak, melalui mediasi dan lobi pada Selasa pagi 31 Oktober 2013 sekitar jam 8 kita mendapatkan kesepakatan bahwa jalan ini dibuka. Namun keluarga korban minta pelaku segera ditangkap dan disanggupi oleh pihak kepolisian sehingga jalan sudah dibuka kembali," kata Haris Fadhillah.

Buntut kejadian itu, tujuh orang siswa SMAN 4 Sarolangun terpaksa dikeluarkan dari sekolah, berdasarkan hasil rapat majelis guru, kades, dan camat.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMAN 4 Sarolangun Sri Haryani, bahwa ada tujuh orang siswanya terpaksa dikeluarkan enam orang dari kelas 11, satu orang kelas 12.

"Mereka dikeluarkan sudah kesepakatan rapat majlis guru, ditandatangani Camat Kades atas pengeluaran itu. Karena mereka sudah sering berkelahi sudah buat perjanjian tidak mengulangi lagi, ternyata masih juga, ditambahkan lagi mereka bawa sajam dan sudah kita kembalikan ke orang tuanya masing-masing," kata Sri Haryani, Selasa (31/10/2023).

Hari keempat setelah kejadian, Pemkab Sarolangun bersama Forkofimda Sarolangun kembali melakukan mediasi penyelesaian persoalan tersebut di rumah Dinas Bupati Sarolangun, pada Rabu (1/11/2023)

Dalam rapat tersebut, Pemda Sarolangun sebagai fasilitator mengundang semua pihak yang hadir mencari solusi penyelesaian. Rapat mediasi ini dihadiri langsung Bupati Sarolangun Bachril Bakri, Sekda Sarolangun, Asisten I, Kapolres diwakili Kasat Intel, Kasat Reskrim, Kapolsek Mandiangin, Pabung Kodim Sarko, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Camat Mandiangin, Kades Rangkiling, Kades Mandiangin Serumpun dan Kepsek SMAN 4 Sarolangun.

Kades Rangkiling Bakri, Sarpiah dalam sambutan nya menyampaikan, inti dari mediasi tersebut minta persoalan ini diselesaikan secara damai.

"Kami minta persoalan ini minta didamaikan melalui sidang adat, karena jika dilakukan penyelesaian proses hukum, dikhawatirkan muncul permasalahan baru," kata Sarpiah.

Pantauan dilokasi, rapat mediasi hari itu berjalan alot dari jam 2 siang, hingga puku 22 malam juga tak membuahkan hasil kesepakatan perdamaian.

Pada Jumat tanggal 3 Oktober sekitar pukul 22:00 WIB malam, aksi pemblokiran jalan Sarolangun-Jambi kembali dilakukan pihak keluarga korban dan masyarakat Mandiangin, hingga mendapatkan pembubaran paksa oleh pihak kepolisian dan terjadi kericuhan antara petugas dan masyarakat dan menimbulkan korban jiwa meninggal dunia.

Pantauan dilokasi, ada ratusan masyarakat terlihat mendatangi rumah duka terlihat dihadiri banyak oleh personil TNI, hingga pihak TNI mengantar langsung ke pemakaman.

Kecewa dengan kejadian tersebut, masyarakat Mandiangin kembali melakukan pemblokiran jalan itu, pada Sabtu (4/11/2023) pagi.

"Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat, berujung ricuh antara masa dengan pihak kepolisian. Dari kejadian semalam, ada satu orang korban jiwa meninggal dunia, korban bernama Edi Sup alias Boye umur 40 tahun," kata Zulfikar warga sekitar.

Masyarakat Mandiangin juga menuntut pihak kepolisian agar menepati janjinya, untuk menangkap pelaku 3x24 jam, berdasarkan perjanjian yang sudah di tandatangani bermaterai.

"Kapolres minta waktu tiga hari proses penangkapan pelaku. Dalam mediasi tersebut sudah ada kesepakatan, bila dalam waktu tiga hari tidak ada penangkapan blokade jalan bisa dilanjutkan," ujarnya.

Dari pembubaran paksa pemblokiran jalan tersebut, Satreskrim Polres berhasil amankan enam orang, saat ini sedang dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Sarolangun Iptu Cindo Kottama saat dikonfirmasi membenarkan sebanyak 6 orang sudah diamankan.

"Yang diamankan 6 orang,
1 orang tergeletak di jalan yang sekarang meninggal dunia jadi totalnya 7 orang. Terkait yang 6 saat ini masih di ambil keteragan," kata Iptu Cindo Kottama, Sabtu (4/11/2023).

Dari berita sebelumnya, masyarakat Mandiangin, menyebut satu diantara warga nya bernama Edi Sup meninggal dunia, akibat amukan petugas kepolisian saat di lokasi pemblokiran, Jum'at (3/11/2023) malam.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim belum mengetahui secara pasti.

"Karena aku tidak ada di tkp secara langsung. Aku ngak tau detail, tapi berdasarkan keterangan anggota kami yang periksa seperti itu," jelasnya.

Melalui beberapa kali mediasi akhir pemblokiran jalan Sarolangun-Jambi oleh masyarakat Mandiangin sudah dibuka, Sabtu (4/11/2023) sekitar pukul 16: 00 sore kemarin.

"Berbagai upaya sudah kita lakukan, melalui mediasi, akhir pemblokiran jalan oleh warga sudah dibuka pada jam 4 sore tadi. Hingga malam ini lalulintas Sarolangun- Jambi sudah lancar," kata Haris Faidhillah.

Ia juga berharap, dari aksi pemblokiran jalan ini tidak dilanjutkan lagi. Dikhawatirkan terjadi, kesalahan yang baru.

" Alhamdulillah lancar, berharap kedepan tidak blokir lagi dan diselesaikan dengan kepala dingin, dan saya minta masyarakat tetap tenang," tutupnya

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kandas Sudah Hubungan Luna Maya dengan Maxime Bouttier: Namanya Kehidupan

Baca juga: Tanah Yayasan Diduga Pemicu Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Milik Mimin tapi Pengurusnya Anak Tuti

Baca juga: Download Lagu Nike Ardilla PTerbaik dan Indah Yastami, Convert Gratis di MP3 Juice

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved