Berita Jambi

Al Quran dengan Terjemahan Bahasa Melayu Jambi Ludes Dalam Sehari di Pameran STQH

Stand Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI ikut adil dalam memeriahkan Gelaran STQH di Provinsi Jambi Ke 72.

Tribunjambi.com/Abdullah Usman
Al Quran dengan Terjemahan Bahasa Melayu Jambi Ludes Dalam Sehari di Pameran STQH 

Al Quran dengan Terjemahan Bahasa Melayu Jambi Ludes Dalam Sehari di Pameran STQHTRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Stand Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI ikut adil dalam memeriahkan Gelaran STQH di Provinsi Jambi Ke 72.

Satu produk yang turut dipamerkannya yakni, terjemahan Al Quran dari berbagai bahasa daerah dari seluruh Nusantara, dari Aceh hingga Ambon termasuk terjemahan dengan bahasa melayu jambi.

Sekilas, Al Quran terjemahan dengan bahasa melayu jambi tersebut terlihat sama dengan tampilan al quran pada umumnya.

Namun terlihat berbeda ketika kita mulai membaca terjemahan dari tiap tiap ayat ataupun lembaran surah dari al quran tersebut.

Seperti pada surah Al Ahqaf, dalam terjemahan bahasa melayu jambinya memiliki arti "Bukit Bukit Bungin" sedangkan dalam bahasa Indonesianya memiliki arti (Bukit Bukit Pasir).

Kemudian Al Mu'minun, dalam terjemahan bahasa melayu Jambinya memiliki arti "orang orang yang beriman" (orang orang beriman) Al an'am "binatang peliharoan" dalam bahasa indonesianya (binatang ternak).

"Namun secara umum masih menggunakan bahasa melayu jambi yang familiar di masyarakat, meski ada juga beberapa kata baik di terjemahan ayat ataupun nama surah yang menggunakan bahasa melayu dalam (tidak familiar)," ujar Ibu Hariah pemandu stand pameran di STQH Jambi, Selasa (31/10/2023).

Kata Hariah Al quran dengan terjemahan bahasa melayu jambi ini menjadi satu dari 20 al quran dengan terjemahan menggunakan bahasa daerah.

Dalam pembuatan al quran terjemahan menggunakan bahasa melayu jambi ini di inisiasi atau didasari tiga T. Dengan target pengetahuan bagi masyarakat Terpinggir, Terdalam dan Terluar di Daerah Jambi.

"Karena Pemerintah menilai literasi keagamaan mereka masih kurang karena keterbatasan bahasa tadi, dengan adanya al quran ini mereka tidak terputus akan pemahaman soal agama," ujarnya.

Dalam proses penerjemahan dari bahasa Arab ke Indonesia, kemudian dari Indonesia Ke Bahasa Melayu Jambi tentu ada proses dan tahapan yang cukup panjang.

"Melibatkankan tokoh tokoh yang paham, baik tokoh agama dan daerah termasuk dari universitas UIN yang juga dilibatkan dalam proses ini," tuturnya.

"Kalo berbicara prosesnya, kalo kurun waktu bulanan tidak mungkin bisa sampai satu tahun," sambungnya.

Lanjutnya dijadwalkan pada awal bulan mendatang Al quran terjemahan bahasa melayu jambi ini akan di louncing secara resmi di Provinsi Jambi. Untuk tempat dan waktunya masih belum dipastikan.

Selain launching nanti mungkin juga akan dipaparkan proses awal pengerjaan hingga tahap launching, sehingga para peserta yang hadir dapat mengetahui bagaimana kesulitan tim dalam melakukan penerjemahan menggunakan bahasa melayu jambi yang sempurna.

"Tentunya para peserta yang hadir berkesempatan mendapatkan al quran istimewa ini secara gratis," tandasnya.

Sebelum Nya diberitakan tribunjambi.com proses validasi terjemahan Alquran bahasa Melayu Jambi yang dilakukan tim UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi masih berlangsung.

Ketua tim validasi, Bambang Husni Nugroho menjelaskan, validasi itu mulai dilakukan sejak Juli 2020 lalu. Hingga saat ini tengah berlangsung focus group discussion (FGD) yang dilakukan tim validator serta ahli bahasa dan adat di Provinsi Jambi.

"Kita masih mencari kata sepakat tentang kata-kata tertentu," katanya, melalui sambungan seluler, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan mengingat bahasa Melayu Jambi di sejumlah daerah tidak sama.

Dia ambil contoh, awalan 'ber' dalam kata 'bersama', di beberapa daerah di Jambi, bisa dilafalkan 'besamo' atau 'basamo'.

Dalam proses penerjemahan yang berlangsung sekitar satu tahun itu, kata dia, tidak ada masalah.

Dia menjelaskan, tim penerjemah hanya mengalihbahasakan terjemahan Alquran Kementerian Agama tahun 2002 ke bahasa Melayu Jambi.

Validasi 30 juz terjemahan Alquran itu akan berlangsung tiga tahap, masing-masing 10 juz. Dalam tahap pertama ini, tim sedang memvalidasi juz 1-11 selain juz 6.

"Minus juz 6, karena ada kesalahan teknis dalam penerjemahan kemarin. Nanti pada validasi tahap kedua akan dibahas lagi (juz 6)," jelasnya.

Proses validasi ini awalnya direncanakan berlangsung sejak Mei, namun tertunda karena pandemi Covid-19, karena tim validator dari Jakarta tidak bisa melakukan perjalanan ke Jambi.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Festival Literasi Batanghari 2023, Fadhil Terima Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Nasional

Baca juga: Warga Tolak Keras Stockpile Batubara di Aur Duri, Upaya Pemkot Jambi Segel Lokasi Belum Bikin Puas

Baca juga: Kejari Tebo Terima Berkas Tiga Tersangka Kasus Perkelahian Akibat Konflik Tanah

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved