Penangkapan Dramatis Dua Kurir 10 Kg Sabu-sabu dan 5.000 Ekstasi di Batanghari
Di lokasi pertama, jalan lintas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari-Bungo, petugas menemukan 7 kilogram sabu dan 5.000 pil ekstasi.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di jalan lintas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari-Bungo, petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Jambi menyetop mobil warna putih, lalu melakukan penggeledahan.
Penangkapan dua kurir yang membawa tujuh kilogram sabu-sabu dan 5.000 butir pil ekstasi, berlangsung dramatis.
Petugas BNNP Jambi menangkap Sukardi dan Asril, dua kurir yang membawa 10 kilogram sabu-sabu dan 5.000 pil ekstasi dari Aceh ke Kabupaten Bungo.
Petugas juga menangkap seorang pengedar asal Kabupaten Bungo bernama Deri Saputra.
Kepala BNNP Jambi, Brigjen Pol Wisnu Handoko, menerangkan barang bukti 10 Kg sabu-sabu dan 5.000 pil ekstasi itu ditemukan di dua lokasi yang berbeda.
Di lokasi pertama, jalan lintas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari-Bungo, petugas menemukan 7 kilogram sabu dan 5.000 pil ekstasi.
"Tujuh kilogram sabu dan 5.000 ekstasi itu hendak dikirim ke Kabupaten Bungo, digagalkan saat perjalanan, menggunakan mobil Xenia berwarna putih, kemarin," kata Wisnu, Rabu (4/10/2023).
Wisnu menuturkan kurir tersebut bernama Sukardi, warga Sumatra Selatan, dan Asril, warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penangkapan itu terjadi di tengah jalan, sehingga mengundang keramaian warga sekitar yang merekam kejadian tersebut.
Dari penangkapan itu, petugas melakukan pendalaman dan penelusuran.
Hasilnya, petugas menemukan barang bukti lain yang disimpan di sebuah rumah indekos atau kontrakan di eks-lokalisasi Payo Sigadung, Kelurahan Rawasari, Kota Jambi.
"Penangkapan di TKP (tempat kejadian perkara) kedua, didapatkan tiga kilogram sabu di salah satu kosan atau kontrakan," ujarnya.
Wisnu menuturkan barang bukti sabu-sabu itu disamarkan dengan cara dibungkus kertas teh berwarna kuning, lalu dimasukan kardus.
"Jadi barang tiga bungkus ditaruh di rumah kontrakan Sukardi di Pucuk, tujuh bungkus akan dibawa ke Kabupaten Bungo.
Namun, dihentikan di Mersam," jelasnya.
Akhirnya Ahmad Sahroni Muncul Usai Rumahnya Hancur hingga Dijarah, Akui Takut Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Sampaikan Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Mencari Nafkah |
![]() |
---|
Nasib Satpam DPRD Imron Sempat Menangis Motornya Terbakar, Kini Diganti Willie Salim: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Partai Perindo: Seruan Kebangsaan untuk Menyikapi Kekecewaan dan Amarah Publik |
![]() |
---|
Presiden Wajib Lakukan Dialog Kerakyatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.