13 Layanan Unit PDAM Tirta Batanghari Terancam Kekeringan Akibat Kemarau

Layanan PDAM Tirta Batanghari terancam terganggu akibat Sungai Batanghari surut saat musim kemarau.

Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
Direktur Utama Perumda Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Akibat terjadinya musim kemarau, saat ini kondisi air di Sungai Batanghari mulai surut. Untuk tetap memberikan pelayanan air bersih pada masyarakat PDAM Tirta Batanghari melakukan penggalian.

"Untuk saat ini kondisi Sungai Batanghari setiap hari mengalami penurunan, tentu langkah-langkah upaya yang kita lakukan dengan sudah mulai menimbulnya pasir sudah menjadi pulau ini kita lakukan pengerukan," kata Direktur PDAM Tirta Batanghari Abu Bakar Sidik.

Abu Bakar mengatakan, saat ini sudah ada dua unit layanan yang dilakukan penggalian akibat surutnya Sungai Batanghari. Dua unit tersebut yaitu PDAM Sungai Baung dan PDAM Cabang Pasar Terusan.

"Yang sudah terancam yang sudah dilakukan upaya itu ada dua, di PDAM cabang Sungai Baung di prioritas untuk lima desa, kemudian PDAM cabang Pasar Terusan," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan 13 unit layanan lainnya juga terancam terjadi kekeringan dan dilakukan penggalian. Apabila air Sungai Batanghari tidak kembali normal atau tidak terjadi hujan dalam waktu dekat.

"13 layanan unit terancam hal yang sama. Kami harap dan sama-sama berdoa agar segera diturunkan hujan," sebutnya.

Abu Bakar menjelaskan bahwa penggalian dilakukan mulai dari aliran sungai yang berada di tepi dan seberang sungai kemudian dikeruk sampai ketempat pengambilan air baku.

"Ini bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kebutuhan masyarakat," sebutnya.

Ia mengatakan bahwa proses penggalian di Sungai Batanghari ini sudah dilakukan sejak bulan ini akibat kemarau yang terjadi.

"Ini sudah kita lakukan satu bulan terakhir ini. Terus kita lakukan, dan petugas diwilayah cabang unit yang terdampak musim kemarau melakukan siaga satu," jelasnya.

Untuk panggilan, Abu Bakar menjelaskan pihaknya menggunakan mesin sewa dengan menggali sedalam empat meter dan lebar empat meter.

Ia memohon maaf kepada masyarakat dan pelanggan yang menggunakan layanan air bersih pada PDAM Tirta Batanghari dan memohon pengertian dalam kondisi saat ini.

Lebih lanjut, Abu Bakar juga menghimbau para pelanggan agar menghemat air dan lebih bijak menggunakan air di musim kemarau saat ini.

"Kami harap pengertian masyarakat pengguna layanan air bersih agar bersabar dan hemat air," ujarnya.

Baca juga: Polres Batanghari Tetapkan 3 Tersangka Penyebab Karhutla, Warga Dihimbau Jangan Membakar Lahan

Baca juga: Kesaksian Warga Soal Lima Orang Tenggelam di Sungai Batanghari, Bermula Selamatkan Anak Saat Mandi

Baca juga: Lima Warga Glugur Tenggelam di Sungai Batanghari, Satu Korbannya Istri Anggota DPRD Tebo

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved