Sepuluh Truk yang Angkut Pupuk Nonsubsidi Ditilang saat Melintasi Tebo, SIM Pengemudi Mati

Polisi menilang sepuluh truk yang angkut pupuk nonsubsidi saat melintasi Tebo, Rabu (27/9).

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Dani Damanik
Kapolsek Tebo Tengah Iptu Robinson Manulang. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Polisi menilang sepuluh truk yang angkut pupuk nonsubsidi saat melintasi Tebo, Rabu (27/9).

Sepuluh truk ini beriringan angkut pupuk dari Kotoboyo hendak ke Dharmasraya. Mereka diamankan di Jalan Lintas Tebo-Bungo, tepatnya di depan Mapolsek Tebo Tengah.

Anggota Satlantas Polres Tebo kemudian melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan tersebut.

Kapolsek Tebo Tengah Iptu Robinson Manulang, menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polres Tebo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan terdapat sebanyak 9 unit kendaraan tidak memiliki kelengkapan kendaraan.

"Kami telah memeriksa berkas-berkasnya. Untuk dokumen pupuknya lengkap tapi berkas kendaraannya KIR 9 kendaraan sudah mati. Jadi tindakan lalu lintas melakukan penindakan untuk 9 kendaraan," kata Robinson Manulang di Mapolsek Tebo Tengah.

Selain itu, kepolisian juga menemukan bahwa STNK dan SIM Pengemudi juga sudah mati atau kadaluarsa.

"Untuk tindakan dilakukan penilangan, setelah pembayaran briva mereka dapat melanjutkan perjalanan," ungkapnya.

Ditambahkan Kanit Turjawali Satlantas Polres Tebo Bripka Kiko Affira, bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan ini.

"Para driver meminta untuk dikeluarkan briva agar dapat melanjutkan perjalanan. Briva ini bisa dibayar melalui BRI atau Brilink," ujarnya.

Joko Susilo, satu di antara supir truk mengakui bahwa penilangan kepolisian ini merupakan hal wajar karena pihaknya tak punya kelengkapan kendaraan.

"Ya, yang salah ya salah, saya ditilang SIM karena SIM Mati," katanya. 

Ia mengungkapkan pupuk tersebut diangkut dari PT CMM Koto Boyo Kabupaten Batanghari, dan akan di bawa ke Dharmasraya. 

"Muatan ada yang 10 ton dan lebih, bervariasi setiap mobilnya," katanya.

Baca juga: Dinyatakan Hilang Seminggu, Mustopa, Warga Cermin Alam, Tebo, Ditemukan Tewas di Hutan Lindung

Baca juga: Disperindag Tebo Antisipasi Empat Komoditi yang Diprediksi Harganya Bakal Naik

Baca juga: Disperindag Tebo Akui Dapat Keluhan Warga Soal Sampah di Pasar Bungur

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved